Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Pabrik Rokok di Surabaya

oleh -139 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada buruh pabrik rokok di Surabaya.

Pada penyaluran tahap kedua tahun anggaran 2026 tersebut, bantuan senilai Rp2,508 miliar diberikan kepada 2.508 buruh pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk Rungkut II Surabaya, Sabtu (9/5/2026).

Masing-masing pekerja menerima bantuan sebesar Rp1 juta.

Khofifah mengatakan, penyaluran BLT DBHCHT tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat perlindungan sosial dan menjaga ketahanan ekonomi keluarga pekerja sektor industri hasil tembakau.

“Buruh pabrik rokok memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu pemerintah harus hadir memberikan perlindungan dan penguatan kesejahteraan bagi para pekerja,” ujar Khofifah.

Sebelumnya, Pemprov Jatim juga telah menyalurkan bantuan serupa kepada pekerja pabrik rokok PT Gelora Djaja Surabaya.

Menurut Khofifah, BLT DBHCHT bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah kepada para pekerja agar tetap memiliki daya tahan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat.

“Program BLT DBHCHT ini diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga pekerja sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, pemanfaatan dana DBHCHT harus benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pekerja yang menjadi bagian penting dalam industri hasil tembakau di Jawa Timur.

Secara khusus di Kota Surabaya, pada tahun 2026 penyaluran BLT DBHCHT menyasar 3.841 pekerja pabrik rokok di tiga perusahaan dengan total bantuan mencapai Rp3,841 miliar.

Program tersebut disebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi keluarga pekerja.

Baca Juga :  Satu Desa Satu Produk Harus Digali dan Digalakkan  

Khofifah menjelaskan, secara keseluruhan bantuan sosial Pemprov Jawa Timur pada 2026 mencapai Rp171,269 miliar. Dari jumlah tersebut, Kota Surabaya memperoleh alokasi bantuan sosial sebesar Rp5,947 miliar, termasuk salah satu komponen utamanya berupa BLT DBHCHT lintas wilayah.

Sementara itu, penyaluran BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok di Jawa Timur secara keseluruhan menjangkau 10.324 pekerja di 25 kabupaten/kota pada 65 perusahaan rokok dengan total anggaran mencapai Rp10,324 miliar melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Khofifah berharap bantuan yang diterima para pekerja dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari kebutuhan pokok, pendidikan anak hingga kesehatan.

“Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga dan kesejahteraan bersama. Tetap semangat bekerja, menjaga produktivitas, serta menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran penyaluran bantuan, mulai dari perusahaan, serikat pekerja, pemerintah kabupaten/kota hingga perbankan.

Menurut Khofifah, keberhasilan penyaluran BLT DBHCHT tersebut merupakan bagian dari implementasi Nawa Bhakti Satya pertama, yakni Jatim Sejahtera, melalui penguatan perlindungan sosial dan kesejahteraan masyarakat pekerja.

“Semoga bantuan ini membawa manfaat, membantu meringankan kebutuhan para pekerja dan keluarganya, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (den/friz)

No More Posts Available.

No more pages to load.