KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mengintensifkan langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan dengan memastikan keakuratan data sebagai dasar kebijakan. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja Triwulan I Tahun 2026 yang mengangkat agenda utama pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa tren penurunan kemiskinan pada tahun 2025 patut diapresiasi. Namun demikian, tantangan pada tahun 2026 masih cukup besar. Berdasarkan estimasi sementara, angka kemiskinan di Bondowoso masih berada di kisaran 12,2 persen, meski angka resmi masih menunggu rilis dari Badan Pusat Statistik.
“Data DTSEN menjadi krusial karena berfungsi sebagai data tunggal yang merupakan kompilasi dari tiga sumber utama, yakni TKS, Regsosek, dan P3KE. Karena itu, validitas data harus benar-benar dijaga,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan proses ground checking atau verifikasi lapangan guna memastikan data yang dihimpun benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan efektif.
Lebih jauh, Fathur Rozi menekankan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Penanganan kemiskinan harus dilakukan secara bersama-sama. Seluruh stakeholder harus bergerak dalam satu arah untuk membangun Bondowoso,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga merumuskan tiga strategi utama dalam percepatan penurunan kemiskinan. Pertama, mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui berbagai program bantuan dan subsidi. Kedua, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi. Ketiga, mengurangi kantong-kantong kemiskinan dengan memperluas aksesibilitas, baik melalui pembangunan infrastruktur jalan, jaringan irigasi, maupun konektivitas komunikasi.
Dengan pendekatan berbasis data yang semakin terintegrasi dan dukungan kolaborasi berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis mampu menekan angka kemiskinan secara bertahap sekaligus mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(wan)



