Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Scamming Libatkan WN China dan Jepang

oleh -212 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Tampak seragam kepolisian luar negeri yang menjadi barang bukti dalam penggrebekan.
Foto: tangkapan layar @luthfie.daily

KILASJATIM.COM, Surabaya – Polrestabes Surabaya membongkar praktik penipuan daring atau scamming yang diduga dijalankan jaringan internasional dengan melibatkan warga negara asing (WNA) asal China dan Jepang. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah tersangka beserta barang bukti elektronik yang digunakan untuk menjalankan aksi penipuan.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah rumah yang dijadikan kantor operasional di kawasan Surabaya. Dari hasil penyelidikan, lokasi tersebut diketahui digunakan sebagai pusat aktivitas scamming dengan target korban dari luar negeri.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya menjelaskan para pelaku menjalankan modus penipuan secara online dengan memanfaatkan aplikasi percakapan dan media sosial. Pelaku diduga menyamar sebagai investor, layanan pelanggan, hingga rekan bisnis untuk memperdaya korban.

“Para pelaku menjalankan aksinya secara terstruktur dengan target korban warga negara asing. Mereka menggunakan identitas palsu dan komunikasi digital untuk meyakinkan korban,” ujarnya dalam video yang beredar dari akun resmi Kapolrestabes Surabaya @luthfie,daily, Jumat (8/6/2026).

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan beberapa WNA asal China dan Jepang yang diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut. Sebagian bertugas mencari calon korban, sementara lainnya mengatur transaksi dan komunikasi digital.

Selain tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa puluhan telepon genggam, laptop, komputer, modem internet, kartu SIM berbagai operator, serta dokumen transaksi keuangan. Polisi juga menemukan sejumlah akun digital dan aplikasi yang digunakan untuk mendukung aktivitas penipuan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sindikat tersebut diduga telah beroperasi selama beberapa bulan di Surabaya dengan sistem kerja tertutup. Para pelaku memilih rumah sewa dan apartemen sebagai tempat operasional untuk menghindari kecurigaan warga sekitar.

Baca Juga :  Gempa Guncang NTB, Kemensos Kerahkan Tagana Dan Bantuan Logistik

Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terhubung dengan kelompok tersebut, termasuk aliran dana dan jumlah korban yang diduga tersebar di sejumlah negara.

“Kasus ini masih terus dikembangkan, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain dan jaringan internasionalnya,” imbuhnya.

Hingga berita ini dibuat belum ada keterangan resmi berapa jumah tersangka dan barang bukti yang diamankan serta pasal yang akan dikenakan terhadap tersangka WN asing yang diduga berasal dari Cina dan Jepang.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.