Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Madiun, Tegaskan Jatim Jadi Pilar Kedaulatan Pangan Nasional

oleh -191 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus penggerak kedaulatan pangan berkelanjutan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa peningkatan produksi pertanian tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan dan kedaulatan bangsa di tengah dinamika global dan perubahan iklim.

“Tidak sekadar bagaimana kita memaksimalkan produksi padi dan beras di Jawa Timur, tapi juga kita ingin menjadi bagian yang bisa membawa Indonesia bukan hanya berketahanan pangan tapi berkedaulatan pangan berkelanjutan,” ujar Khofifah, Jumat, 8/5/2026.

Berdasarkan data Angka Tetap Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, Jawa Timur mencatat luas panen mencapai 1,84 juta hektare dengan produksi padi sebesar 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Jumlah tersebut meningkat 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9,77 juta ton GKG.

Sementara itu, merujuk rilis BPS pada 4 Mei 2026, potensi produksi padi Jawa Timur periode Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,62 juta ton GKG atau naik sekitar 5,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Ini artinya produktivitas pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan resilien di tengah berbagai tantangan global dan perubahan iklim. Insya Allah Jatim tetap menjadi tumpuan bagaimana ketahanan pangan program Pak Presiden Prabowo yang bisa diwujudkan secara berkelanjutan,” katanya.

Khofifah menyebut surplus produksi padi dan beras di Jawa Timur saat ini dinilai cukup untuk menopang kebutuhan hingga tahun depan. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang ekspor beras ke pasar internasional.

Baca Juga :  Penyintas APG Semeru Mulai Tempati Huntara dan Huntap, Khofifah: Jadi Kado Idul Fitri

Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Jawa Timur terus mendorong modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan). Menurut Khofifah, penggunaan teknologi seperti transplanter, rotavator, drone sprayer, hingga combine harvester dinilai mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Saya rasa ini sangat friendly dengan anak-anak muda sehingga mereka tidak semua ke kota, tapi mereka juga menjadi bagian dari penguat sektor pertanian,” ucapnya.

Selain modernisasi alsintan, Pemprov Jatim juga menjalankan sejumlah strategi percepatan tanam, mulai dari pemanfaatan benih unggul tahan kekeringan, penyusunan pola tanam adaptif berbasis teknologi dan mitigasi iklim, hingga penguatan sistem irigasi melalui pompanisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

Khofifah turut mengapresiasi para petani dan kelompok tani yang dinilainya menjadi ujung tombak ketahanan pangan nasional.

“Panjenengan semua ini para pahlawan-pahlawan pangan yang luar biasa, para petani para Gapoktan yang luar biasa menjadikan Jawa Timur ini produksi pangannya tertinggi di antara semua provinsi di Indonesia,” tuturnya.

Pelaksana Harian Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Tin Latifah, mengatakan pemerintah menargetkan luas tanam nasional mencapai 16 juta hektare dalam setahun. Hingga Mei 2026, Jawa Timur disebut telah berkontribusi sebesar 238.000 hektare dari target nasional 1,7 juta hektare.

Menurut Tin, prediksi peningkatan produksi padi Jawa Timur sebesar 5 persen pada semester pertama 2026 dapat tercapai apabila mitigasi terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) dan kekeringan berjalan optimal.

“Kami sangat yakin Provinsi Jawa Timur ini peningkatan produksinya tadi yang diprediksi 5 persen akan tercapai,” katanya.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan kesiapan daerahnya untuk mendukung program kedaulatan pangan berkelanjutan.

“Kabupaten Madiun siap menjadi garda terdepan dalam menjaga surplus beras di Jawa Timur,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah: Terimakasih Semua Elemen Masyarakat Jawa Timur Yang Sudah Menjaga Kondusifitas Selama Tahun 2019  

Kabupaten Madiun sendiri menjadi salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur. Pada 2025, luas panen di wilayah tersebut mencapai 82.826 hektare dengan produksi sekitar 480 ribu ton GKG dan produktivitas rata-rata 5,80 ton per hektare.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyerahkan bantuan alsintan dari Pemprov Jawa Timur berupa tiga unit hand traktor singkal, empat unit cultivator, enam unit combine harvester besar, dan satu unit rotavator kepada kelompok tani di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.(Den/Friz)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.