CJH Embarkasi Surabaya Gagal Berangkat Haji karena Positif TBC

oleh -127 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Seorang calon jamaah haji asal Surabaya gagal berangkat karena terdeteksi TBC
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Satu calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Surabaya dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci setelah dinyatakan positif Tuberkulosis (TBC) dalam pemeriksaan kesehatan oleh Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya.

Pemeriksaan dilakukan saat para calon jemaah tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Setiap jemaah menjalani serangkaian tes kesehatan mulai dari pengecekan tekanan darah, tes urine bagi perempuan usia subur, hingga skrining TBC.

Kepala BBKK Surabaya Rosidi Roslan mengatakan, sejauh ini terdapat 21 calon jemaah yang dirujuk ke rumah sakit karena mengalami gangguan kesehatan dan terindikasi TBC.

“Dari 21 jemaah yang menjalani skrining TB, satu orang hasilnya positif dan tidak diberangkatkan karena tidak laik terbang,” kata Rosidi dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (8/5/2026).

Sementara itu, calon jemaah lain yang hasil pemeriksaannya negatif tetap akan dipantau kondisi kesehatannya. Jika dinilai belum stabil, keberangkatan dapat ditunda ke kloter berikutnya.

“Ada beberapa yang hasilnya negatif, tetapi masih perlu penguatan kondisi kesehatan. Kalau nanti sudah memenuhi syarat, bisa diberangkatkan di kloter selanjutnya,” ujarnya.

Rosidi menegaskan, seluruh jemaah yang diterbangkan ke Arab Saudi harus dipastikan bebas dari penyakit menular dan dalam kondisi laik terbang.

Meski demikian, BBKK Surabaya tetap mengimbau para jemaah menggunakan masker saat berada di kerumunan, terutama jika mengalami gangguan kesehatan seperti batuk atau flu ringan.

“Kita sarankan pakai masker jika kondisi kesehatan kurang baik, apalagi saat berada di kerumunan di Arab Saudi,” katanya.

Menurut Rosidi, tingginya mobilitas dan kepadatan jemaah haji dari berbagai negara membuat potensi penularan penyakit menular tetap perlu diwaspadai.

Selain persoalan TBC, kondisi kesehatan calon jemaah haji Embarkasi Surabaya juga didominasi penyakit penyerta atau komorbid. BBKK mencatat sekitar 70 persen jemaah masuk kategori risiko tinggi.

Baca Juga :  2024, Penumpang Suroboyo Bus Pecah Rekor

“Keluhan terbanyak kelelahan, diabetes, hipertensi, kolesterol, anemia, hingga pemeriksaan kehamilan,” ujar Rosidi.

Ia juga mengungkapkan, terdapat calon jemaah yang batal berangkat karena hamil di bawah usia kandungan 14 minggu.

Di sisi lain, jumlah pengguna kursi roda di Embarkasi Surabaya mencapai lebih dari 500 orang, mayoritas merupakan lanjut usia (lansia) berusia di atas 60 tahun.

“Faktor usia, riwayat jatuh, hipertensi, sampai pusing jadi alasan penggunaan kursi roda,” katanya.

BBKK memastikan seluruh jemaah pengguna kursi roda mendapat pendampingan petugas haji dan tetap menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter selama proses ibadah haji berlangsung.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.