Bawaslu Jatim Gandeng Pemuda Katolik, Perkuat Demokrasi Generasi Muda

oleh -189 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemuda Katolik Jawa Timur menjalin kerja sama strategis dengan Bawaslu Jawa Timur untuk memperkuat pengawasan partisipatif pemilu sekaligus meningkatkan literasi politik generasi muda. Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua Pemuda Katolik Jawa Timur, Christophorus Wahyo Suryo Wardhana, dan Ketua Bawaslu Jawa Timur, A. Warits, di Kantor Bawaslu Jatim, Rabu (6/5/2026) kemarin.

Ketua Pemuda Katolik Jawa Timur, Christophorus Wahyo Suryo Wardhana, menilai masih banyak generasi muda memandang pemilu hanya sebatas pergantian kepemimpinan, tanpa memahami dampaknya terhadap arah pembangunan bangsa. “Permasalahan utama saat ini adalah generasi muda melihat pemilu sebatas rangkaian formal pergantian kepemimpinan tanpa melihat esensi keberlanjutan arah pembangunan,” terang Chritophorus.

Ia juga menyoroti rendahnya partisipasi aktif pemuda dalam proses demokrasi yang memicu sikap apatis di kalangan pemilih muda. Menurut Christophorus, Pemuda Katolik siap menjadi mitra strategis Bawaslu untuk mengawal pemilu yang berkeadilan, berkeadaban, dan bebas intervensi. “Apapun yang dibutuhkan untuk mewujudkan pemilu yang berkeadilan dan sesuai nilai moral, kami siap berkolaborasi,” lanjut Christophorus.

Ketua Bawaslu Jawa Timur, A. Warits, menegaskan bahwa menjaga pemilu berarti menjaga masa depan bangsa. Karena itu, keterlibatan organisasi kepemudaan berbasis keagamaan dinilai penting untuk memperkuat integritas demokrasi. “Menjaga pemilu adalah kepentingan kita bersama. Politik juga tidak boleh kehilangan nilai moral,” tegas Warits.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Jawa Timur, Eka Rahmawati, S.H., M.H., mengatakan pengawasan pemilu membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar hak suara warga tetap terlindungi dan terhindar dari penyalahgunaan.

Kerja sama ini diharapkan menjadi model pengawasan partisipatif yang mampu meningkatkan kesadaran politik generasi muda di Jawa Timur, sekaligus menekan apatisme pemilih pemula melalui penguatan literasi politik dan etika demokrasi.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.