BPS Bondowoso Sasar Usaha Rumah Tangga dalam Sensus Ekonomi 2026

oleh -502 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso –

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau seluruh aktivitas usaha, termasuk yang berada di lingkungan rumah tangga. Pendataan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan ratusan petugas lapangan.

Kepala BPS Bondowoso, Mudji Setijo, menjelaskan bahwa sensus kali ini tidak hanya menyasar bangunan usaha formal seperti toko atau kantor, tetapi juga berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di dalam rumah tangga.

“Seluruh bangunan usaha akan didatangi petugas, ditanyakan digunakan untuk apa, apakah bengkel, toko, kantor, dan sebagainya. Bahkan masuk ke rumah tangga, akan ditelusuri usaha apa saja yang ada, baik peternakan, pertanian, industri rumahan, jasa seperti penjahitan, bengkel, hingga perdagangan online,” ujarnya.

Menurutnya, pendataan ini menjadi krusial karena masih banyak sektor ekonomi baru yang belum terdokumentasi secara akurat, khususnya usaha berbasis digital.

“Selama ini kita belum punya data pasti terkait pedagang online di Bondowoso. Termasuk konten kreator, ini kan jenis usaha baru. Harapannya melalui sensus ini semuanya bisa terdata,” tambahnya.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, BPS Bondowoso menggandeng pemerintah daerah hingga tingkat desa. Sosialisasi diperkuat melalui surat edaran bupati kepada camat, yang kemudian diteruskan kepada perangkat desa agar informasi menjangkau masyarakat dan pelaku usaha.

Mudji juga menekankan pentingnya keterbukaan warga saat didatangi petugas sensus.

“Kami berharap masyarakat dapat menerima petugas dengan baik dan memberikan jawaban yang jujur, tidak ditutup-tutupi. Data ini sangat penting untuk perencanaan ekonomi ke depan,” tegasnya.

Sebanyak 993 petugas akan diterjunkan dan disebar ke 219 desa dan kelurahan di Bondowoso. Penempatan petugas disesuaikan dengan jumlah aktivitas usaha di masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Festival Ramadhan 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Bondowoso Dorong UMKM Naik Kelas

Untuk menjamin keamanan dan mencegah potensi penipuan, setiap petugas akan dilengkapi identitas resmi berupa rompi berlogo BPS bertuliskan Sensus Ekonomi, name tag, serta surat tugas.

“Kami juga akan menyediakan kontak pengaduan yang akan diumumkan melalui media sosial dan disampaikan ke pemerintah desa. Jika ada petugas yang tidak bekerja sesuai prosedur, masyarakat bisa melaporkan,” jelasnya.

Metode pendataan dilakukan secara langsung atau door to door dengan penandaan lokasi usaha, bukan sekadar melalui kuesioner tanpa verifikasi lapangan. Selain itu, penempatan petugas juga mempertimbangkan domisili agar lebih memahami kondisi wilayah serta memudahkan mobilitas, termasuk saat bekerja hingga malam hari.

Melalui langkah ini, BPS Bondowoso berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data yang akurat dan menyeluruh sebagai dasar pengambilan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.