Foto Frizal – Kilasjatim.com
KILASJATIM.COM, Madinah – Suhu udara di Kota Madinah, Arab Saudi, pada siang hari dilaporkan mencapai 38 derajat Celsius. Kondisi cuaca panas ini menjadi tantangan serius bagi jemaah haji asal Indonesia, termasuk dari Jawa Timur, yang tengah menjalankan rangkaian ibadah haji.
Berdasarkan pantauan di lapangan, teriknya matahari mulai terasa sejak menjelang siang hingga sore hari. Paparan panas yang cukup tinggi berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, seperti dehidrasi, kelelahan, hingga heatstroke apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Salah satu jemaah haji asal Jawa Timur, Kurniawan, yang tergabung dalam Kloter 43 asal Gresik, mengungkapkan bahwa suhu di Madinah jauh lebih panas dibandingkan dengan di Indonesia. Ia mengaku harus beradaptasi dengan kondisi tersebut agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan optimal.
“Panasnya sangat berbeda dengan di tanah air. Kalau siang hari terasa menyengat sekali, jadi harus benar-benar menjaga kondisi tubuh,” kata Kurniawan.
Ia menjelaskan, sejumlah langkah dilakukan untuk menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Di antaranya dengan memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi, menggunakan pelindung seperti payung atau penutup kepala saat keluar ruangan, serta membatasi aktivitas di luar ruangan pada waktu-waktu puncak panas.
“Kalau tidak ada keperluan mendesak, lebih baik tetap di dalam ruangan saat siang hari. Aktivitas biasanya dilakukan pagi atau malam hari,” tambahnya.
Selain itu, jemaah juga diimbau untuk mengonsumsi makanan bergizi, menjaga waktu istirahat, serta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan di tengah cuaca ekstrem. Petugas haji juga terus mengingatkan jemaah agar selalu membawa air minum dan mengenali tanda-tanda kelelahan akibat panas.
Dengan kondisi suhu yang tinggi ini, kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menjaga kesehatan menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan lancar dan aman. (FRI)


