Subsidi BBM hingga Listrik Naik, Beban APBN Membengkak

oleh -84 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Beban APBN pada kuartal pertama boncos akibat subsidi energi
Foto: dok kilasjatim

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kementerian Keuangan mencatat realisasi subsidi dan kompensasi mencapai Rp 118,7 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini melonjak 266,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam laporan APBN KiTa, Kemenkeu menyebut kenaikan tersebut dipengaruhi berbagai faktor eksternal dan domestik.

“Realisasi subsidi dan kompensasi dipengaruhi oleh fluktuasi ICP, depresiasi nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume BBM, LPG, dan listrik,” tulis Kemenkeu dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

Dari total realisasi, subsidi tercatat Rp 52,2 triliun dan kompensasi Rp 66,5 triliun. Lonjakan terutama terjadi pada sektor energi seiring volatilitas harga minyak dunia.

Realisasi subsidi BBM mencapai 3,17 juta kiloliter atau naik 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Konsumsi LPG 3 kg juga meningkat menjadi 1,419 juta kilogram atau naik 3,8 persen.

Di sektor kelistrikan, jumlah pelanggan bersubsidi bertambah dari 41,9 juta menjadi 42,9 juta pelanggan, atau meningkat 2,4 persen.

Selain itu, subsidi pupuk naik 13,6 persen menjadi 1,9 juta ton. Jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga meningkat 8,9 persen menjadi 1,1 juta debitur.

Kemenkeu menilai lonjakan subsidi energi tak lepas dari dinamika global. “Volatilitas harga minyak akibat dinamika geopolitik global meningkatkan realisasi subsidi energi,” tulisnya.(cit)

Baca Juga :  Pemprov Jatim Gelar Festival Ekonomi Milenial

No More Posts Available.

No more pages to load.