Kemendikdasmen Siap Replikasi Program Pendidikan Banyuwangi Secara Nasional

oleh -415 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana mereplikasi sejumlah program pendidikan inovatif milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk diadopsi secara nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional di Taman Blambangan, Minggu (3/5/2026).

Menurut Mu’ti, Banyuwangi memiliki berbagai terobosan kreatif dan strategis di sektor pendidikan yang dinilai relevan untuk diterapkan secara lebih luas di tingkat nasional.

“Berbagai terobosan Banyuwangi menarik untuk direplikasi menjadi kebijakan di tingkat nasional,” ujarnya.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). Program ini berfokus pada penjangkauan anak putus sekolah agar dapat kembali mengenyam pendidikan.

Dalam implementasinya, Pemkab Banyuwangi melakukan pendataan anak tidak sekolah berbasis nama dan alamat. Selanjutnya, tim turun langsung ke lapangan untuk menemui keluarga dan mengidentifikasi penyebab anak tidak bersekolah. Setelah itu, pemerintah daerah memfasilitasi solusi sesuai permasalahan yang dihadapi.

“Ini terobosan penting. Kami berharap praktik baik ini bisa disampaikan di forum nasional sebagai contoh layanan pendidikan bermutu untuk semua,” kata Mu’ti.

Selain itu, Mu’ti juga menyoroti pentingnya pembelajaran di luar ruang kelas. Ia menilai pendidikan tidak hanya terbatas pada kegiatan formal di sekolah, tetapi juga melalui pengembangan potensi siswa di bidang lain, seperti seni dan budaya.

Salah satu contoh yang diapresiasi adalah pelibatan siswa dalam kegiatan seni Kuntulan Ewon, yang dinilai mampu menjadi wadah aktualisasi diri bagi peserta didik.

“Ini contoh bagaimana potensi anak diberi ruang aktualisasi agar berkembang optimal,” ujarnya.

Selain Garda Ampuh, Banyuwangi juga memiliki program Siswa Asuh Sebaya. Program ini mendorong solidaritas antar siswa dengan menyisihkan sebagian uang saku untuk membantu teman yang membutuhkan, seperti penyediaan perlengkapan sekolah.

Baca Juga :  Turun Tajam, Harga Emas Antam Sekarang Tak Sampai Rp 2 Juta!

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap inovasi pendidikan di daerahnya.

“Kami berterima kasih atas dukungan Bapak Menteri. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” ujar Ipuk.

Rencana replikasi program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas di berbagai daerah di Indonesia.(zul)

No More Posts Available.

No more pages to load.