Telkom Gelar Kartini BISA Fest 2026, Dorong UMKM Perempuan Go Digital dan Naik Kelas

oleh -369 Dilihat
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini turut hadir dan memberikan sambutan dalam agenda Kartini BISA Fest pada 20–24 April 2026 di Telkom Hub, Jakarta Selatan.

KILASJATIM.COM – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Kartini BISA Fest 2026 pada 20–24 April 2026 di Telkom Hub. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Telkom dalam mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui penguatan kapasitas usaha dan literasi teknologi digital.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, turut hadir dan memberikan dukungan langsung terhadap agenda tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai sebagai momentum untuk mengadopsi nilai perjuangan ke dalam konteks era digital.

“Perayaan Kartini BISA Fest selama empat hari ini sangat luar biasa karena tidak hanya melibatkan perempuan, tetapi juga laki-laki yang turut berperan aktif. Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus belajar dan memanfaatkan teknologi agar memberi dampak yang lebih luas,” ujar Dian.

Kartini BISA Fest merupakan implementasi budaya perusahaan “BISA” (Bravery, Integrity, Service Excellence, Agility) yang mengedepankan kolaborasi dan inovasi. Berbagai program terintegrasi dihadirkan, mulai dari bazar kuliner yang melibatkan 40 UMKM perempuan, seminar keamanan siber dengan lebih dari 350 peserta, hingga pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung efisiensi produksi konten dan pemasaran digital.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Telkom terus memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi. Dari total lebih dari 112.000 UMKM binaan, sebanyak 73.152 di antaranya merupakan pelaku usaha perempuan yang aktif mengikuti pembinaan berbasis digital.

Sebagai langkah konkret meningkatkan daya saing produk, Telkom juga menghadirkan dukungan strategis melalui program Packfest dengan menyalurkan bantuan 500.000 cetak kemasan. Selain itu, sebanyak 2.250 UMKM perempuan difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi halal secara gratis. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat aspek branding sekaligus legalitas produk agar lebih kompetitif di pasar domestik maupun global.

Baca Juga :  Perolehan Pajak Atas Usaha Ekonomi Digital Tembus Rp 28,91 Triliun 

Tak hanya itu, dukungan Telkom juga menjangkau pelaku UMKM disabilitas sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkeadilan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di berbagai lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dian juga menyerahkan secara simbolis bantuan sertifikasi halal dan hibah kemasan kepada perwakilan UMKM binaan sebagai bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap pengembangan kapasitas pelaku usaha perempuan.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2025, sekitar 64,5 persen atau 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Namun, masih terdapat tantangan dalam aspek legalitas dan standardisasi produk. Data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal mencatat baru sekitar 35 persen UMKM yang memiliki sertifikasi halal.

Dian menegaskan, digitalisasi dan standardisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing UMKM. “Sebagai perusahaan teknologi, Telkom memiliki tanggung jawab untuk memperluas akses dan meningkatkan literasi digital masyarakat. Kami berharap UMKM binaan tidak hanya tumbuh mandiri, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas,” jelasnya.

Lebih dari sekadar perayaan, Kartini BISA Fest menjadi bagian dari strategi Telkom dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing. Program ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya poin 5 tentang kesetaraan gender dan poin 8 terkait pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Telkom berkomitmen untuk terus mendampingi perempuan Indonesia agar semakin berdaya, inovatif, dan mampu berkontribusi dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional di era digital. (KVC)

No More Posts Available.

No more pages to load.