Foto Istimewa
KILASJATIM.COM, Surabaya – Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jumat (1/5/2026). Massa diperkirakan mulai berkumpul sekitar pukul 15.00 WIB untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.
Aksi ini merupakan bagian dari konsolidasi besar gerakan buruh di Jawa Timur yang melibatkan sedikitnya lima konfederasi dan 15 federasi serikat pekerja dalam aliansi GESPER. Total massa diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu orang, dengan sekitar 6 ribu di antaranya berasal dari FSPMI dari berbagai kawasan industri.
Sebelum menuju lokasi aksi, massa FSPMI melaksanakan Salat Jumat di sejumlah titik di Surabaya. Selanjutnya, pada pukul 13.00 WIB massa bergerak menuju titik kumpul di kawasan BG Junction dan melakukan long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur sekitar pukul 14.00 WIB.
Wakil Sekretaris DPW FSPMI Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, mengatakan massa dijadwalkan tiba pada sore hari dan berharap dapat bertemu langsung dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.
“Diperkirakan massa akan berkumpul di Kantor Gubernur Jawa Timur sekitar pukul 15.00 WIB dan rencananya akan ditemui oleh gubernur dan wakil gubernur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peringatan May Day tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus menghasilkan kebijakan nyata bagi kesejahteraan buruh.
“Kami berharap pemerintah tidak sekadar memberikan janji, tetapi benar-benar ada realisasi untuk meningkatkan kesejahteraan buruh,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, buruh membawa sejumlah tuntutan nasional, antara lain pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berpihak pada pekerja, penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, pembentukan Satgas PHK, reformasi pajak perburuhan, perlindungan pekerja digital, serta jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.
Selain itu, terdapat pula tuntutan lokal di Jawa Timur, di antaranya mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur menindaklanjuti komitmen May Day 2025, termasuk penguatan jaminan sosial, pembangunan rumah murah bagi buruh, pembentukan Satgas PHK daerah, pengawasan outsourcing, penetapan UMK/UMSK 2026, hingga peningkatan akses pendidikan bagi anak buruh melalui jalur afirmasi.
FSPMI menegaskan bahwa momentum May Day menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan solidaritas gerakan buruh untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada pekerja.(ara)




