KILASJATIM.COM, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan pemerintah akan memberikan bantuan kepada seluruh korban tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing korban melalui proses pendataan.
“Total ada 81 korban luka dan 16 meninggal dunia. Semuanya akan kami asesmen dan diberikan dukungan sesuai kebutuhan,” ujar Gus Ipul usai mengunjungi rumah duka salah satu korban di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul menemui keluarga Nuryati (62), salah satu korban meninggal. Ia menyebut, keluarga berkomitmen melanjutkan usaha kecil milik almarhumah sebagai sumber penghidupan.
Menurutnya, Kemensos akan mendukung keberlanjutan usaha tersebut sebagai bagian dari program pemberdayaan. Bantuan tidak hanya berupa santunan, tetapi juga pendampingan agar keluarga korban tetap memiliki sumber ekonomi.
“Selain asuransi dari Jasa Raharja, kami siapkan bansos, santunan, dan program pemberdayaan agar keluarga bisa mandiri,” katanya.
Gus Ipul menegaskan pemerintah tidak akan melepas keluarga korban tanpa dukungan. Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan, terutama bagi korban luka maupun keluarga korban meninggal.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi antara KRL rute Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi pada Senin (28/4) sekitar pukul 20.52 WIB. Insiden terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 16 penumpang KRL meninggal dunia dan 81 lainnya mengalami luka. Para korban saat ini dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di Bekasi. Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
Tragedi ini menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk dalam upaya memastikan pemulihan korban berjalan optimal melalui bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.(cit)
