KILASJATIM.COM, Surabaya – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kristen Petra kembali menghadirkan program Petra Mengajar V sebagai upaya memperluas akses pendidikan informal bagi anak-anak prasejahtera di Surabaya. Kegiatan ini berlangsung selama 24–30 April 2026 dengan melibatkan 192 mahasiswa yang terbagi dalam 64 kelompok.
Program ini menjangkau sekitar 1.000 anak dari tujuh sekolah dan enam komunitas yang berada di bawah naungan Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah (YISB) dan Yayasan Pondok Kasih.
Ketua Petra Mengajar V, Fedilia Yanson Widio, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mengajar, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan dasar anak-anak. “Total ada tujuh sekolah dan enam komunitas yang kami kunjungi. Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang seru sekaligus bermakna bagi anak-anak,” ujar Fedilia.
Salah satu kegiatan digelar di Komunitas Makam Mataram, Rabu (29/4/2026), dengan melibatkan 15 mahasiswa yang mengajar sekitar 60 anak usia 3 hingga 15 tahun. Anak-anak diajak belajar secara interaktif, termasuk praktik melukis tanpa kuas menggunakan tangan dan spons, yang disambut antusias.
Sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa telah mengikuti pembekalan dua tahap, yakni pendampingan dari dosen pembimbing serta pelatihan langsung dari YISB dan Yayasan Pondok Kasih terkait metode pengajaran yang efektif sesuai karakter anak di komunitas.
Sebagai luaran program, setiap kelompok menyusun buku materi ajar yang kemudian disumbangkan ke sekolah-sekolah dan program Mobil Pintar milik Yayasan Pondok Kasih, sebuah layanan perpustakaan dan kelas bergerak untuk mendukung literasi anak-anak.
Koordinator PAB Yayasan Pondok Kasih, Anita Prasetia Rahayu, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam program ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya Petra Mengajar, khususnya dalam project Mobil Pintar. Kehadiran mahasiswa memberi dampak positif yang signifikan bagi anak-anak, baik melalui pembelajaran maupun donasi alat tulis yang mendukung proses belajar mereka,” kata Anita.
Melalui kolaborasi ini, Petra Mengajar V diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi langkah berkelanjutan dalam mendorong pendidikan yang lebih inklusif bagi anak-anak prasejahtera di Surabaya.(tok)
