Khofifah Tegaskan Transformasi Posyandu 6 SPM Jadi Strategi Dekatkan Layanan Dasar ke Masyarakat

oleh -86 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai langkah strategis untuk mendekatkan layanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Hal itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional yang jatuh pada Rabu (29/4), mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat.”

Menurut Khofifah, Posyandu merupakan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan (LKD/LKK) yang memiliki peran strategis sebagai wadah partisipasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan di tingkat lokal.

“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Melalui transformasi berbasis 6 SPM, Posyandu kini tidak hanya fokus pada layanan kesehatan, tetapi berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujar Khofifah dalam keterangannya di sela kunjungan kerja untuk misi dagang dan pertemuan dengan para investor di Malaysia, Rabu, 29/4/2026.

Khofifah menjelaskan, enam bidang pelayanan minimal yang diintegrasikan dalam Posyandu meliputi sektor kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas).

Menurut dia, transformasi tersebut menjadi upaya konkret menghadirkan layanan dasar yang lebih dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan.

“Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh mengakses layanan dasar. Posyandu hadir sebagai pusat layanan yang inklusif, berbasis gotong royong, dan memperkuat pembangunan dari bawah,” katanya.

Di Jawa Timur, peran Posyandu dinilai sangat signifikan. Tercatat terdapat 46.414 Posyandu yang didukung 301.013 kader kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah.

Khofifah menyebut, keberadaan Posyandu tidak hanya memberikan manfaat dalam peningkatan layanan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan 2.600 Reagen PCR Pendeteksi SARS-CoV-2 untuk ITD Unair

“Posyandu mampu menyalurkan aspirasi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung pembangunan desa secara partisipatif, serta mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga dan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi Posyandu membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.

“Kader Posyandu adalah ujung tombak yang bekerja dengan penuh dedikasi. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi luar biasa mereka dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Khofifah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat Posyandu sebagai pilar pembangunan berbasis komunitas menuju terwujudnya masyarakat Jawa Timur yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.

“Melalui Posyandu yang semakin kuat dan terintegrasi, kita optimistis dapat menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.(den)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.