Khofifah Resmikan Line 4 Pabrik Satoria Farma di Pasuruan, Siap Suplai Infus untuk RS Pemprov Jatim

oleh -125 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Pasuruan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pabrik line 4 PT Satoria Aneka Industri di Jalan Raya Kejayan-Purwosari KM 16, Sambisirah Selatan, Pasuruan.

Khofifah menyambut baik ekspansi industri farmasi yang memproduksi cairan infus tersebut. Menurut dia, kehadiran fasilitas produksi baru ini berpotensi memperkuat pemenuhan kebutuhan infus bagi rumah sakit di Jawa Timur, khususnya rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kita sangat menyambut baik, terutama karena dari pabrik ini ada potensi kerja sama dengan 14 rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur untuk mendapatkan suplai infus,” kata Khofifah, Selasa, 28/4/2026.

Ia menambahkan, ketersediaan suplai cairan infus diharapkan mampu menjamin kebutuhan layanan kesehatan di seluruh rumah sakit daerah milik Pemprov Jatim.

“Saya berharap RSUD di lingkungan Pemprov Jatim akan menjadi pionir di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Khofifah menilai Satoria Farma menjadi bagian penting dalam penguatan industri farmasi nasional, sekaligus mendorong substitusi impor di sektor kesehatan.

Menurut dia, upaya tersebut telah dirintis sejak lama dan terus dikembangkan oleh pendiri perusahaan, Alim Satria, dari Kabupaten Pasuruan.

“Jadi bukan hanya industri farmasinya, tapi juga industri substitusi impor dan hilirisasi di banyak tempat. Harapan kita, semakin lama substitusi impor bisa diinisiasi dan itu sudah dilakukan Pak Alim Satria melalui Satoria Farma,” jelasnya.

Ke depan, Khofifah berharap beroperasinya line 4 Satoria Farma dapat meningkatkan kontribusi perusahaan dalam menjamin ketersediaan cairan infus nasional, menekan ketergantungan impor, serta memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia dari Jawa Timur.

“Seluruh energi anak bangsa sesungguhnya memungkinkan untuk meningkatkan penyediaan farmasi dan bahan baku obat agar diproduksi di dalam negeri,” ucapnya.

Sementara itu, CEO dan Founder PT Satoria Aneka Industri Alim Satria mengatakan, sejak didirikan pada 2014, perusahaan berkembang dari nol hingga kini memiliki empat unit produksi.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Salurkan 750.000 Liter Air Bersih ke Pulau Sapudi

Menurut dia, kapasitas produksi tahunan perusahaan kini mencapai 230 juta botol per tahun.

“Sebagai pabrik infus terbesar di Indonesia, pertumbuhan pasar infus di Indonesia serta kinerja pertumbuhan tahunan Satoria Farma secara konsisten berada di kisaran 35 persen setiap tahunnya. Karena itu penting untuk terus melakukan ekspansi bisnis sekaligus memperkuat fondasi di sektor infus,” ungkap Alim.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pengawas Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM RI William Adi Teja turut menyambut baik perluasan line produksi tersebut.

Ia berharap langkah ekspansi itu dapat mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan cairan infus nasional dan memperkuat ketahanan farmasi Indonesia.

“Saya berharap ketersediaan cairan infus semakin terjaga dengan perluasan gedung yang kini memiliki empat line, sehingga ketahanan farmasi Indonesia bisa kami penuhi,” tutupnya.(den)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.