GoTo Catat Laba Bersih Perdana Rp171 Miliar di Kuartal I 2026

oleh -447 Dilihat

KILASJATIM.COM – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO) mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya dengan membukukan laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp171 miliar pada kuartal I 2026. Capaian ini berbalik dari rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyebut pencapaian ini sebagai momen bersejarah bagi perseroan. Menurutnya, hasil tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, menjaga disiplin biaya, serta menciptakan nilai bagi seluruh ekosistem, mulai dari pelanggan hingga mitra usaha.

“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Ini adalah hasil kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mengembangkan produk, meningkatkan efisiensi, serta memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ujar Hans.

Ia menambahkan, GoTo akan terus mengakselerasi pertumbuhan melalui inovasi produk dan investasi berkelanjutan guna menjawab kebutuhan pelanggan. Dukungan jutaan mitra pengemudi juga disebut menjadi faktor penting dalam pencapaian ini.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan dan mendukung kesejahteraan mitra driver sebagai bagian dari ekosistem GoTo,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan GoTo, Simon Ho, menilai kinerja positif ini menunjukkan kuatnya struktur bisnis perseroan, terutama dari sisi operating leverage.

“Pertumbuhan pendapatan yang melampaui pertumbuhan biaya, baik di lini fintech maupun layanan on-demand, menjadi kunci utama. Selain itu, penerapan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) juga berhasil menekan biaya layanan,” jelas Simon.

Dari sisi kinerja operasional, GoTo mencatat pertumbuhan signifikan di berbagai indikator utama. Pendapatan bersih meningkat 26 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp5,3 triliun, seiring lonjakan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 65 persen YoY menjadi Rp138 triliun. Secara keseluruhan, total GTV perseroan mencapai Rp236 triliun, naik 63 persen YoY.

Baca Juga :  Mendag Bertemu Duta Besar USTR, Bahas Kerja Sama Ekonomi Digital ASEAN-AS Pemberdayaan UMKM

Jumlah pengguna bertransaksi tahunan (Annual Transacting Users/ATU) juga tumbuh 22 persen YoY menjadi 69 juta pengguna. Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp907 miliar atau melonjak 131 persen YoY, memperkuat langkah menuju target EBITDA setahun penuh di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Tak hanya itu, GoTo juga berhasil mencatat arus kas bebas disesuaikan positif sebesar Rp1,3 triliun, mencerminkan perbaikan fundamental bisnis serta disiplin dalam pengelolaan biaya. Dari lini e-commerce, imbalan jasa dari Tokopedia turut menyumbang Rp288 miliar.

Dalam upaya menjaga momentum pertumbuhan, GoTo juga terus memperkuat kapabilitas teknologi dengan meluncurkan program kecerdasan buatan (AI) terintegrasi. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan interaksi dan konversi pengguna sekaligus menekan biaya operasional.

Dengan kinerja positif di awal tahun, GoTo optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan dan terus memperkuat posisinya sebagai ekosistem digital terdepan di Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. (UJC)

No More Posts Available.

No more pages to load.