KILASJATIM.COM, Surabaya – Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur berdampak pada perjalanan kereta api dari Jawa Timur menuju Jakarta. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 588 penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya terdampak pembatalan perjalanan.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut ratusan pelanggan tersebut terdampak akibat pembatalan sejumlah perjalanan.
“Tercatat 588 pelanggan terdampak pembatalan perjalanan di wilayah Daop 8,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menegaskan, pembatalan dilakukan sebagai langkah penyesuaian operasional dengan mengutamakan aspek keselamatan.
“Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan perjalanan,” katanya.
Dari wilayah Daop 8 Surabaya, terdapat empat perjalanan yang dibatalkan, yakni KA Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen, KA Jayabaya relasi Malang–Pasarsenen, KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, serta KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir.
“Empat perjalanan tersebut dibatalkan sebagai dampak langsung dari insiden di Bekasi Timur,” ujar Mahendro.
Selain itu, dua perjalanan dari Daop 7 Madiun juga dibatalkan, yaitu KA Madiun Jaya relasi Madiun–Pasarsenen dan KA Singasari relasi Blitar–Pasarsenen. Total ada enam perjalanan dari Jawa Timur menuju Jakarta yang terdampak.
KAI juga melakukan penyesuaian rangkaian pada KA Argo Bromo Anggrek dengan mengganti formasi kereta menjadi stainless steel dan layanan luxury.
Sebagai bentuk kompensasi, KAI memberlakukan pengembalian tiket 100 persen di luar biaya pemesanan. Refund berlaku untuk jadwal keberangkatan 27–28 April 2026 dan dapat diajukan hingga tujuh hari setelahnya.
Pengajuan refund dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, layanan Contact Center, maupun langsung di loket stasiun.
KAI memastikan seluruh hak pelanggan tetap dipenuhi, sembari terus menyesuaikan operasional perjalanan seiring penanganan kecelakaan di Bekasi Timur yang masih berlangsung.(cit)




