Pentas Besutan Hidupkan Tradisi dan Bakat Anak di Nganjuk

oleh -92 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pentas Ludruk Besutan di Rumah Sanggar Ilalang, Desa Karangnongko, Kecamatan Ngronggot, Sabtu (25/4/2026) malam, menghadirkan suasana berbeda. Tak sekadar tontonan, pertunjukan ini menjadi ruang interaksi lintas generasi, dengan puluhan anak tampil membaca puisi hingga monolog di tengah arena.

Komunitas Rumah Ilalang yang dipimpin Agus R. Soebagyo membina ratusan anak dari berbagai usia, mulai TK hingga SMA, bahkan anak-anak yang belum mengenyam pendidikan formal. Melalui pendekatan teater dan sastra, mereka dilatih tampil percaya diri hingga mampu meraih prestasi tingkat nasional. “Ini yang paling kecil, masih digendong ibunya, malah sudah pernah diajak main ketika masih dalam kandungan,” terang Agus R. Soebagyo, pimpinan Komunitas Rumah Ilalang.

Dalam pentas bertema Besut Sambang Putu, seniman Meimura memerankan tokoh Besut sebagai figur kakek yang membaur dengan anak-anak. Interaksi berlangsung hangat melalui dialog spontan, puisi, hingga tarian remo yang diiringi musik sederhana. Anak-anak juga membawakan karya penyair ternama seperti Taufik Ismail, Sutardji Calzoum Bachri, hingga Sapardi Djoko Damono dengan penuh percaya diri. Salah satu peserta, Sabrina, bahkan tampil berakting sambil berdialog langsung dengan tokoh Besut.

Selain menjadi ajang ekspresi, kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari kalangan akademisi dan pegiat seni. Autar Abdillah, S.Sn., M.Sn., doktor ludruk alumnus ISI Yogyakarta dan Universitas Airlangga, menilai kegiatan ini efektif membangun interaksi sosial sekaligus mengurangi ketergantungan anak pada gawai. “Supaya anak-anak, dan bahkan kita sendiri, jangan hanya sibuk srawung melalui WA,” tegas Autar Abdillah, S.Sn., M.Sn. Ia menambahkan, ludruk memiliki peran penting sebagai media hiburan sekaligus refleksi sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jajah Deso Milangkori yang diinisiasi Meimura dalam rangka pemberdayaan ruang publik oleh Kementerian Kebudayaan RI di sejumlah kota di Jawa Timur.

Baca Juga :  SPPG Sukowono Pujer Perkuat Keamanan Pangan, Dinkes Bondowoso Gelar Pelatihan Higiene Sanitasi

Melalui pendekatan yang cair dan partisipatif, pentas ini tidak hanya menjaga keberlanjutan seni tradisi, tetapi juga menjadi ruang pendidikan dan pembinaan generasi muda di tengah masyarakat.(tok)