Terlalu Banyak Seremoni, Wamenhaj Ingatkan Risiko Kelelahan Jemaah Haji

oleh -109 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Wamenhaj Danhil Anzar ingatkan Pemda untuk tidak banyak seremonial pelepasan jamaah haji. (Foto: Istimewa)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah mengimbau daerah membatasi seremonial pelepasan jemaah calon haji. Acara yang terlalu banyak dinilai berisiko mengganggu kebugaran jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan, jemaah membutuhkan waktu istirahat yang cukup, terutama menjelang perjalanan panjang.

“Jangan terlalu banyak seremonial agar jemaah tidak menunggu lama dan tidak mudah lelah,” ujar Dahnil, Rabu (22/4/2026).

Selama ini, pelepasan jemaah kerap dilakukan berulang, baik di tingkat kabupaten/kota maupun embarkasi. Kondisi itu dinilai memberatkan, terutama bagi jemaah lanjut usia, berisiko tinggi, dan penyandang disabilitas.

Karena itu, ia meminta acara pelepasan dibuat lebih sederhana dan efisien, dengan tetap menjaga kekhidmatan.

“Intinya dikurangi, supaya kondisi fisik jemaah tetap terjaga,” tegasnya.

Imbauan ini disampaikan di tengah dimulainya operasional haji 1447 H/2026 M. Kloter pertama dari Embarkasi Pondok Gede Jakarta (JKG 1) telah diberangkatkan ke Madinah pada Rabu dini hari.

Sebanyak 391 jemaah terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Garuda Indonesia, menandai awal keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun ini.

Dengan pembatasan seremonial, diharapkan jemaah dapat berangkat dalam kondisi lebih bugar sehingga mampu menjalankan rangkaian ibadah secara optimal.(cit)

Baca Juga :  Kolaborasi DKISP Kaltara dan DP3P2KB: Studi Intensif di Kominfo Jatim untuk Optimalisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting

No More Posts Available.

No more pages to load.