Macet Parah di Pelabuhan Gilimanuk, Kemenhub Usul Buffer Zone Baru

oleh -145 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi/Foto: dok/Ist

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kementerian Perhubungan mengevaluasi penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, terutama kepadatan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Antrean panjang kendaraan saat mudik menjadi catatan utama yang akan dibenahi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyebut pengelolaan arus kendaraan menuju pelabuhan belum optimal, khususnya dalam pemanfaatan buffer zone atau kantong parkir penyangga.

“Kita perlu kolaborasi semua pihak untuk memperbaiki ini,” ujar Aan dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, keberadaan buffer zone menjadi kunci untuk mengatur aliran kendaraan sebelum masuk pelabuhan yang memiliki kapasitas terbatas. Karena itu, perlu penambahan titik buffer zone baru di sekitar Gilimanuk dengan dukungan pemerintah daerah.

Selain itu, Kemenhub juga mendorong pemanfaatan pelabuhan alternatif di Bali guna mengurangi beban lintas Ketapang–Gilimanuk. Salah satu yang dipertimbangkan adalah Pelabuhan Celukan Bawang.

Upaya lain yang disiapkan yakni penambahan dermaga di sekitar Pelabuhan Gilimanuk, termasuk di area Pantai Cemara, untuk meningkatkan kapasitas layanan. Dermaga tambahan ini ditargetkan dapat beroperasi pada periode Natal dan Tahun Baru 2026 serta Lebaran 2027.

Kapasitas angkut kapal juga menjadi perhatian. Kemenhub berkoordinasi dengan operator agar kapal berkapasitas lebih besar dapat dioperasikan sehingga antrean kendaraan bisa ditekan.

Sejumlah langkah tersebut diharapkan mampu memperbaiki kelancaran arus penyeberangan, baik untuk mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik, pada periode libur besar mendatang.

“Kita ingin perjalanan lebih lancar, aman, dan terkelola,” kata Aan.(cit)

Baca Juga :  Syarat Pemudik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

No More Posts Available.

No more pages to load.