Antrean Capai 5,8 Km di Ketapang, ASDP Kerahkan 34 Kapal

oleh -303 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Lonjakan arus balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang–Gilimanuk mulai memicu antrean panjang. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan 34 kapal untuk mempercepat layanan dan mengurai kepadatan pada H+8 Lebaran.

Dari total kapal tersebut, sebanyak 22 unit menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB) di sejumlah dermaga, termasuk Dermaga III, MB 4, LCM, dan Bulusan. Empat kapal tambahan juga disiagakan untuk menjaga ritme operasional tetap stabil.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan percepatan layanan menjadi kunci utama pengendalian antrean, bukan sekadar jumlah armada.

“Fokus kami memastikan proses berjalan cepat dan berkesinambungan. Dengan pola TBB, kapal tidak lama di dermaga sehingga kendaraan terus bergerak,” ujarnya dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (31/3/2026).

ASDP juga memangkas waktu bongkar muat menjadi rata-rata 35 menit per siklus. Durasi yang lebih singkat ini membuat rotasi kapal meningkat dan kapasitas layanan bertambah signifikan.

Di tengah puncak arus balik, antrean kendaraan disebut tak terhindarkan. Namun, ASDP memastikan pergerakan tetap dijaga agar waktu tunggu tidak membengkak.

“Antrean boleh terjadi, tapi tidak boleh berhenti. Yang penting flow tetap bergerak,” tegas Yossianis.

Berdasarkan pemantauan hingga pukul 14.00 WIB, antrean kendaraan di akses masuk Pelabuhan Ketapang mencapai sekitar 5,8 kilometer. Kendaraan yang mengantre didominasi mobil pribadi, truk, dan bus yang terus bergerak menuju pelabuhan.

Data Posko Angkutan Lebaran mencatat, dalam 24 jam pada H+7 Lebaran (29 Maret 2026), terdapat 212 trip kapal dari Ketapang ke Gilimanuk.

Jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 56.365 orang, naik 12,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, kendaraan roda dua tercatat melonjak tajam hingga 12.458 unit atau naik 57 persen. Sebaliknya, kendaraan roda empat sedikit turun menjadi 4.995 unit.

Baca Juga :  PT KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta Api untuk Angkutan Lebaran 2025

Penurunan juga terjadi pada kendaraan logistik dan angkutan umum. Jumlah truk tercatat 1.192 unit atau turun 27,8 persen, sedangkan bus penumpang mencapai 412 unit, turun 16,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

ASDP memastikan percepatan layanan akan terus menjadi strategi utama untuk menjaga arus balik tetap terkendali, terutama di lintasan padat seperti Ketapang–Gilimanuk.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.