KILASJATIM.COM, Surabaya – Tren perawatan kecantikan berbasis teknologi dan pendekatan personal kian diminati perempuan modern. Menjawab kebutuhan tersebut, Esther Aesthetic Clinic memperkenalkan konsep multi-layer anti-aging treatment dalam ajang Beauty Fest di Pakuwon Mall, Minggu (5/4).
Konsep ini menjadi sorotan karena menawarkan pendekatan berbeda dibanding perawatan konvensional yang umumnya hanya fokus pada satu masalah kulit. Multi-layer anti-aging justru menggabungkan berbagai teknologi untuk menangani penuaan dari berbagai lapisan sekaligus.
Pendiri Esther, dr Esther Pertiwi, menilai perubahan gaya hidup perempuan yang semakin aktif menuntut solusi kecantikan yang lebih efektif dan menyeluruh. “Perempuan sekarang butuh perawatan yang tidak hanya cepat terlihat hasilnya, tapi juga mampu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang,” ujarnya.
Selain treatment di klinik, dr Esther juga menyoroti pentingnya perawatan mandiri di rumah. Kombinasi antara teknologi klinis dan penggunaan skincare yang tepat dinilai mampu mempertahankan hasil lebih lama. “Tidak ada satu formula yang cocok untuk semua orang. Semua harus dipersonalisasi sesuai kondisi kulit masing-masing,” tambahnya.
Pendekatan tersebut diperkuat dengan teknologi yang menyasar lapisan kulit berbeda, mulai dari otot hingga permukaan. dr Silvia Lerick DaSilva menjelaskan bahwa kombinasi teknologi seperti Emlift, Ultraformer MPT, hingga laser dan skin booster menjadi kunci utama. “Konsep ini bukan sekadar tren, tapi solusi karena setiap lapisan kulit punya peran dalam proses penuaan. Kalau ditangani bersamaan, hasilnya lebih optimal,” katanya.
Ia menambahkan, konsep ini juga menjawab kebutuhan pasien dengan berbagai kondisi kulit dalam satu rangkaian perawatan. “Masalah seperti jerawat, flek, pori-pori besar, hingga kulit kendur bisa ditangani dalam satu konsep. Jadi tidak perlu perawatan terpisah yang memakan waktu lebih lama,” jelasnya.
Respons positif datang dari pengguna layanan, salah satunya Jacqueline Runtuwene. Ia mengaku pendekatan personal menjadi nilai lebih dari perawatan ini. “Setiap treatment disesuaikan dengan kondisi kulit saya, jadi hasilnya terasa lebih maksimal dan natural,” ungkapnya.
Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Esther terus beradaptasi terhadap perkembangan industri kecantikan. Inovasi seperti teknologi HIFU pada Ultraformer MPT hingga Pico Laser menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi yang efektif tanpa tindakan invasif.
Melalui pendekatan ini, Esther tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga membentuk arah baru dalam dunia estetika, di mana perawatan kulit tidak lagi bersifat parsial, melainkan terintegrasi dan berkelanjutan sesuai kebutuhan individu.(kar)




