KILASJATIM.COM, Bondowoso – Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan pentingnya transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global serta tantangan keterbatasan energi.
Menurutnya, kebijakan yang diinisiasi pemerintah pusat tersebut harus diimplementasikan hingga ke daerah secara konsisten. Transformasi ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan birokrasi yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada hasil.
Salah satu fokus utama adalah penguatan sumber daya manusia (SDM). ASN didorong untuk meningkatkan kompetensi teknis, serta menjunjung tinggi integritas dan etika kerja yang berbasis regulasi. Dengan demikian, kualitas pelayanan publik dapat terus ditingkatkan.
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan rasionalisasi perjalanan dinas. Langkah ini bertujuan agar setiap kegiatan benar-benar memiliki urgensi dan memberikan dampak nyata terhadap kinerja. Belanja daerah pun diarahkan pada program prioritas, terutama yang berkaitan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta pencapaian indikator kinerja utama (IKU) di masing-masing perangkat daerah.
Fathur Rozi juga menekankan pentingnya optimalisasi potensi daerah. Sektor pertanian, UMKM, dan berbagai sektor lainnya dinilai memiliki peran besar dalam mendongkrak perekonomian daerah. Saat ini, sektor pertanian dan perkebunan menyumbang sekitar 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bondowoso.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah turut mendorong program berbasis kemandirian masyarakat seperti Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Program ini mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayur, buah, serta memelihara ikan guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga.
Di sisi lain, digitalisasi juga terus diperkuat sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan optimalisasi pendapatan daerah. Baik sektor pajak maupun retribusi didorong untuk memanfaatkan sistem digital secara maksimal.
“Target pendapatan daerah juga kita dorong meningkat. Dari sebelumnya sekitar Rp323 miliar, kini menjadi Rp328 miliar pada 2026. Ini menunjukkan adanya tren positif yang harus terus kita jaga,” ujar Fathur Rozi.
Ia optimistis, melalui transformasi budaya kerja ASN yang konsisten, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.(wan)


