Diaspora Banyuwangi 2026 Perkuat Solidaritas Lewat Semangat “Tandang Bareng”

oleh -704 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Ajang Diaspora Banyuwangi kembali digelar di Pendopo Shaba Swagata Blambangan pada Senin, 23 Maret 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum mempertemukan para perantau asal Banyuwangi dari berbagai daerah hingga mancanegara, sekaligus memperkuat solidaritas melalui semangat “tandang bareng”.

Acara yang diiringi musik tradisional kendang kempul dan sajian kuliner khas Banyuwangi tersebut dihadiri diaspora dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Sumatera, Sulawesi, dan Papua, hingga luar negeri seperti Jerman dan Amerika Serikat.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa filosofi “tandang bareng” merupakan nilai kebersamaan yang harus terus dijaga dalam membangun daerah. Ia mengajak para diaspora untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Banyuwangi.

“Semangat tandang bareng ini adalah modal yang terus kita jaga. Kita tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus kompak dan saling membantu,” ujar Ipuk.

Ia memaparkan sejumlah capaian daerah, di antaranya pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025 yang mencapai 5,65 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,11 persen dan Jawa Timur 5,33 persen. Pendapatan per kapita juga meningkat menjadi Rp67,08 juta, tertinggi di kawasan Sekarkijang.

Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,13 persen, gini rasio berada di angka 0,29, serta tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,94 persen.

“Capaian ini bukan semata kerja pemerintah, tetapi hasil kolaborasi semua pihak, termasuk diaspora Banyuwangi,” tambahnya.

Kontribusi nyata diaspora juga dirasakan di berbagai daerah. Perwakilan Ikawangi Sumatera Utara, Nur Hidayat, menyebut warga Banyuwangi turut membantu penanganan pascabanjir di Sibolga dan Aceh melalui pembangunan sumur bor untuk penyediaan air bersih.

Sementara itu, diaspora asal Kalibaru yang kini tinggal di Jepang, Wulan, menyatakan kesiapan untuk membantu warga Banyuwangi yang ingin bekerja di Jepang, khususnya di sektor tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Jelang Ramadan 2026, Pembangunan Jembatan di Aceh Dikebut

“Kami siap memfasilitasi warga Banyuwangi melalui program kerja sama antar pemerintah, karena kebutuhan tenaga kesehatan di Jepang cukup besar,” ujarnya.

Penasehat Ikawangi Pusat, Arief Yahya, menambahkan diaspora memiliki peran strategis dalam mempromosikan potensi daerah, terutama di sektor pariwisata, blue economy, dan konektivitas wilayah.

“Diaspora bisa menjadi duta promosi pariwisata Banyuwangi di daerah perantauan masing-masing,” kata Arief.(zul)

No More Posts Available.

No more pages to load.