KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi melakukan pemeriksaan kualitas daging sapi di sejumlah pasar tradisional untuk memastikan daging yang beredar aman dikonsumsi menjelang Lebaran 2026.
Salah satu pemeriksaan dilakukan di Pasar Blambangan. Petugas melakukan rapid test terhadap daging sapi yang dijual pedagang guna memastikan memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Kepala Dispertan Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan, hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan indikasi daging bermasalah.
“Tidak ditemukan daging oplosan, glonggongan maupun yang mengandung bahan kimia berbahaya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Danang, Rabu.
Selain memastikan kualitas daging, Dispertan juga mencatat lonjakan konsumsi daging sapi selama Ramadan menjelang Lebaran. Permintaan meningkat hingga sekitar 80 persen dibandingkan hari biasa.
Danang menyebut, hingga pukul 01.00 WIB tercatat 41 ekor sapi telah dipotong di rumah potong hewan (RPH) dan jumlahnya masih terus bertambah.
“Rata-rata produksi daging di Banyuwangi mencapai 33,5 ton per hari. Saat ini hampir meningkat dua kali lipat dari kondisi normal,” ujarnya.
Informasi dari pedagang juga menunjukkan tren serupa. Jika pada hari biasa pemotongan sapi hanya berkisar 20–30 ekor per hari, kini bisa mencapai sekitar 60 ekor per hari menjelang Lebaran.
Lonjakan permintaan tersebut turut mendorong kenaikan harga daging sapi di pasaran. Di Pasar Blambangan, harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp145.000 hingga Rp150.000 per kilogram, dari harga normal sekitar Rp125.000 per kilogram.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi Nanang Sugiharto mengatakan peningkatan konsumsi daging juga dipicu tingginya kebutuhan bahan baku bakso menjelang Lebaran.
“Biasanya mendekati Lebaran konsumsi bisa naik hingga hampir 100 persen,” ujarnya.
Meski permintaan meningkat tajam, Nanang memastikan stok daging sapi di Banyuwangi tetap aman. Hal ini didukung populasi sapi di daerah tersebut yang mencapai sekitar 100 ribu ekor.(cit)




