Menteri LH Ingatkan Kualitas Air Surabaya Saat Aksi Bersih Kalimas

oleh -411 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Menteri LH ingatkan kualitas air Surabaya saat kerja bakti bersih Sungai kalimas. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan bahwa kualitas air di Surabaya masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius.

Pernyataan itu disampaikan Hanif saat menghadiri kegiatan kerja bakti massal membersihkan Sungai Kalimas yang digelar Pemerintah Kota Surabaya bersama masyarakat, Jumat (6/3/2026).

Menurut Hanif, secara umum kondisi lingkungan di Surabaya cukup baik, terutama dari sisi pengelolaan sampah dan kualitas udara. Namun, kualitas air masih perlu terus dipantau karena berkaitan dengan kondisi wilayah yang saling terhubung.

“Secara keseluruhan kualitas udara Surabaya masih relatif baik. Tetapi kualitas air masih menjadi perhatian karena berkaitan dengan wilayah lintas kota,” ujar Hanif.

Ia menilai Surabaya telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan sampah. Saat ini, kota tersebut menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari dengan tingkat penanganan mencapai sekitar 95 persen, tertinggi di antara kota besar di Indonesia.

Sebagian besar sampah tersebut juga telah diolah melalui fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo, yang mampu menangani lebih dari 1.000 ton sampah per hari.

Meski demikian, Hanif menegaskan pengelolaan teknologi pengolahan sampah tidak boleh menjadi satu-satunya solusi. Ia mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya agar jumlah residu yang masuk ke fasilitas pengolahan dapat ditekan.

“Pemilahan sampah adalah teknologi paling efektif dalam pengelolaan sampah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hanif juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat Surabaya dalam kegiatan bersih Sungai Kalimas yang melibatkan ribuan peserta.

Sebanyak 7.269 warga ikut dalam kegiatan tersebut, dengan 5.316 peserta membersihkan delapan titik sepanjang Kalimas, mulai kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel) hingga Kampung Gemblongan.

Baca Juga :  Legislator Sesalkan Penutupan Pasar Kapasan Kota Surabaya Dampak Covid-19

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pembersihan Sungai Kalimas merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi sumber air baku bagi kebutuhan air minum warga.

“Kami ingin kawasan Sungai Kalimas tetap bersih agar kualitas airnya terjaga karena ini juga menjadi sumber air baku PDAM,” kata Eri.

Pemkot Surabaya berharap melalui keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut, kesadaran menjaga kebersihan sungai dan lingkungan dapat terus meningkat sehingga kualitas air di kawasan perkotaan tetap terjaga.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.