Serukan Penguatan Empat Pilar Kebangsaan, Mufti Anam: Relevan Hadapi Tantangan Zaman

oleh -651 Dilihat

KILASJATIM.COM, Pasuruan – Anggota MPR RI dari Fraksi Mufti Anam mengajak masyarakat untuk terus meneguhkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. Seruan tersebut disampaikan saat kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada 16 Februari 2026 di Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang dihadiri berbagai unsur warga setempat.

Dalam pemaparannya, Mufti menilai bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan yang tidak sederhana. Ia menyebutkan sejumlah persoalan seperti dinamika geopolitik dunia, isu ketahanan pangan, serta tekanan ekonomi dan sosial yang turut dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan tetap penting sebagai panduan bersama dalam menjaga arah perjalanan bangsa.

Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi yang penuh tantangan menuntut adanya solidaritas yang lebih kuat di tengah masyarakat. Menurutnya, Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi landasan yang memperkokoh persatuan nasional sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah perubahan zaman.

Mufti juga menjelaskan bahwa konsep Empat Pilar Kebangsaan mulai dikenal luas pada masa kepemimpinan almarhum Taufiq Kiemas ketika menjabat sebagai Ketua MPR RI periode 2009–2014. Empat pilar tersebut terdiri dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, Pancasila merupakan dasar utama negara sekaligus pedoman moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut, kata dia, digali oleh Soekarno dari kearifan budaya Nusantara dan diperkenalkan kepada publik melalui pidato bersejarah pada 1 Juni 1945.

Selain membahas nilai kebangsaan, Mufti juga mengajak masyarakat untuk kembali menguatkan budaya gotong royong serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Ia menilai kepedulian terhadap kondisi tetangga dan warga sekitar dapat menjadi langkah sederhana namun penting untuk memperkuat ketahanan sosial, terutama saat menghadapi tekanan ekonomi.

Baca Juga :  Didepak dari Indeks JP Morgan, Mufti Anam: Tamparan Keras buat Pertamina

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman suku, budaya, maupun latar belakang sosial masyarakat Indonesia. Keragaman tersebut, menurutnya, merupakan kekuatan yang harus terus dirawat demi menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.

“Keberagaman merupakan kekuatan yang menyatukan bangsa. Dengan menjaga persatuan, berbagai tujuan pembangunan akan lebih mudah dicapai,” ujar Mufti. (SAG)

No More Posts Available.

No more pages to load.