Cuaca Ekstrem Landa Pasuruan, 17 Rumah Rusak dan 25 Pohon Tumbang

oleh -387 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor

KILASJATIM.COM, Pasuruan – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026) malam, menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 17 rumah dan satu kantor KUA rusak, serta 25 pohon berukuran besar tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan hingga Kamis (5/3/2026) pagi petugas masih melakukan pendataan dan assessment di lokasi terdampak.

“Petugas kami masih menuntaskan assessment di sejumlah titik karena angin kencang semalam melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan,” kata Sugeng.

Berdasarkan data BPBD, cuaca ekstrem tersebut berdampak di 15 kecamatan, yakni Winongan, Grati, Bangil, Rejoso, Gondangwetan, Sukorejo, Kraton, Lekok, Lumbang, Purwodadi, Pandaan, Puspo, Pasrepan, Purwosari, dan Nguling.

Rincian kerusakan meliputi satu rumah rusak berat dan Kantor KUA rusak ringan di Kecamatan Lekok. Di Kecamatan Puspo dan Pasrepan masing-masing satu rumah rusak sedang.

Sementara itu di Kecamatan Winongan terdapat dua rumah rusak berat, di Gondangwetan dua rumah rusak sedang, dan di Purwosari satu rumah rusak sedang.

Kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Purwodadi dengan enam rumah rusak sedang. Selain itu, di Lumbang dan Rejoso masing-masing tercatat satu rumah rusak sedang.

Sugeng mengatakan warga terdampak telah mendapat bantuan logistik darurat dari BPBD. Penanganan lanjutan untuk perbaikan rumah masih dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Permukiman.

“Untuk rumah yang rusak sudah kami bantu logistik kedaruratan. Tindak lanjutnya masih koordinasi dengan Dinas Perkim,” ujarnya.

Selain merusak rumah, angin kencang juga menumbangkan 25 pohon besar di berbagai wilayah. Insiden paling serius terjadi di Kecamatan Pandaan ketika sebuah pohon tumbang menimpa pengendara sepeda motor.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Longsor di Sampang, 40 KK Pamekasan Terisolasi

Korban bernama Zulfatul Rohma Mahfiro, warga Prigen, mengalami luka di kepala dan patah tulang. Ia kini menjalani perawatan di RS Prima Husada.

“Korban saat ini dirawat di rumah sakit. Informasinya yang bersangkutan sedang hamil,” kata Sugeng.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak menjelang masa peralihan musim.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur diperkirakan masih berlangsung hingga Selasa (10/3/2026). Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, hujan lebat, dan pohon tumbang.

Sugeng mengingatkan warga untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.

“Seperti kemarin, siang masih panas, tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang. Warga diminta tetap waspada,” katanya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.