Foto Istimewa
KILASJATIM.COM, Jakarta – Langit Indonesia malam ini akan dihiasi fenomena alam langka, yakni Gerhana Bulan Total. Peristiwa tersebut dijadwalkan mulai terjadi pada pukul 18.30 WIB.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masyarakat dapat mengamati keindahan “bulan merah” apabila kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan.
Warna merah cerah pada bulan muncul karena satelit alami Bumi itu sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Dalam fase ini, cahaya Matahari yang tersaring atmosfer Bumi akan dibiaskan dan jatuh ke permukaan bulan, menciptakan efek kemerahan yang kerap disebut sebagai blood moon.
Puncak gerhana diperkirakan berlangsung pada pukul 18.33 WIB, atau setara dengan pukul 19.33 WITA dan 20.33 WIT bagi wilayah Indonesia bagian timur.
Secara keseluruhan, rangkaian proses gerhana memakan waktu lebih dari lima jam. Namun, fase totalitas—saat bulan sepenuhnya berada di dalam umbra Bumi—hanya berlangsung sekitar 50 menit.
Wilayah Indonesia Timur memiliki peluang lebih besar untuk menyaksikan fase awal gerhana secara jelas. Sementara itu, masyarakat di wilayah barat akan menyaksikan gerhana ketika posisi bulan mulai terbit di ufuk timur.
BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi pengamatan dengan pandangan terbuka tanpa terhalang gedung atau pepohonan tinggi. Area dengan tingkat polusi cahaya rendah juga disarankan agar warna merah bulan terlihat lebih maksimal.
Selain itu, masyarakat diimbau memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna memastikan kondisi langit mendukung proses pengamatan.
Dengan persiapan yang matang, fenomena Gerhana Bulan Total malam ini diharapkan menjadi pengalaman astronomi yang berkesan bagi masyarakat Indonesia.(den)




