Hibah Eurasia Foundation Bahas Perdamaian di Untag Surabaya

oleh -449 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menjadi tuan rumah kuliah tamu internasional melalui program hibah Eurasia Foundation. Sebanyak 15 akademisi dari berbagai negara dihadirkan untuk membahas perdamaian global dan pembentukan karakter generasi muda lintas budaya.

Ketua Panitia Eurasia International Lecture sekaligus dosen Untag, Drs. Cuk Yuana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari hibah Eurasia Foundation yang diperuntukkan bagi mahasiswa lintas disiplin ilmu. “Kami mengangkat tema besar perdamaian dunia. Bagaimana menjaga perdamaian itu dengan menggerakkan dan mendidik generasi muda agar memiliki kontribusi nyata,” terang Cuk Yuana, Selasa (3/3/2026).

Ia menyebut, pada 2026 pihaknya kembali memperoleh hibah dengan dukungan lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Melalui program tersebut, panitia menghadirkan 15 pemateri dari Kamboja, Jepang, dan Korea, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Udayana Denpasar, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Surabaya. Dua pemateri juga berasal dari internal Untag Surabaya.

Menurut Cuk Yuana, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa sekaligus membentuk karakter generasi muda sebagai penerus bangsa dan dunia. “Mahasiswa adalah generasi penerus. Kalau tidak dimulai dari generasi muda, siapa lagi yang akan memikirkan perdamaian dunia,” tegasnya.

Ia menambahkan, hanya beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh hibah penyelenggaraan kuliah umum dari Eurasia Foundation, di antaranya Universitas Makassar dan Untag Surabaya. Program serupa juga dijadwalkan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta.

Cuk Yuana menilai tema perdamaian dunia sangat relevan dengan situasi global yang dinilai rawan konflik, mulai dari perang di Ukraina, konflik di Jalur Gaza, hingga serangan Amerika terhadap Iran. “Fenomena global saat ini sangat rawan. Pemerintah memang telah memberikan bantuan, tidak hanya materiil tetapi juga militer. Namun itu saja tidak cukup. Pemikiran generasi muda juga sangat dibutuhkan dalam menjaga perdamaian,” katanya.

Baca Juga :  Millennials Gathering SIG Group 2022, Ajang Pengembangan Generasi Muda Dengan Kapabilitas Mumpuni

Melalui forum akademik ini, ia berharap perdamaian dapat menjadi katalisator kolaborasi lintas bangsa dan budaya. Mahasiswa diharapkan mampu melahirkan gagasan dan solusi konkret demi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.