Catat Jamnya, Gerhana Bulan Total Bisa Diamati di Indonesia

oleh -369 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto dok UnMuh Jakarta

KILASJATIM.COM, Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika/BMKG) memastikan Gerhana Bulan Total (GBT) dapat diamati di Indonesia pada Selasa (3/3/2026) petang waktu setempat.

Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, mengatakan gerhana mulai teramati pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak pada:

18.33.39 WIB

19.33.39 WITA

20.33.39 WIT

“Masyarakat berkesempatan menyaksikan fenomena ini secara langsung, selama kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan tebal,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

BMKG menjelaskan Indonesia bagian timur memiliki peluang pengamatan lebih baik karena dapat menyaksikan fase awal saat Bulan terbit. Sementara di wilayah barat, Bulan muncul ketika gerhana sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak.

Fenomena ini berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB atau sekitar tengah malam WIT saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

Secara keseluruhan, durasi gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik.

Fase parsial: 3 jam 27 menit 47 detik

Fase totalitas: 59 menit 27 detik

Pada puncak gerhana, Bulan berpotensi tampak kemerahan. Warna ini muncul akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan dan dipantulkan ke permukaan Bulan.

Sepanjang 2026 diperkirakan terjadi empat gerhana—dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang bisa diamati dari Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi minim polusi cahaya serta memantau prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar pengamatan optimal.

Jika cuaca mendukung, fenomena langit ini menjadi momen langka yang sayang dilewatkan. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.