Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp5 Miliar untuk Warga Banyuwangi

oleh -721 Dilihat
KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan ekonomi senilai Rp5 miliar bagi warga Banyuwangi, Sabtu (28/2/2026).

Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut menyasar ratusan penerima manfaat, mulai dari lansia, penyandang disabilitas hingga pelaku usaha ultra mikro.

Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Kecamatan Glenmore dan turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama jajaran perangkat daerah provinsi dan kabupaten.

Khofifah menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program bantalan sosial-ekonomi yang rutin disalurkan selama Ramadan.

Program ini mencakup Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), PKH Plus untuk lansia, zakat produktif, bantuan operasional pendamping PKH Plus, tali asih bagi TKSK dan Tagana, hingga pemberdayaan desa.

“Bantuan sosial ini untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Sementara zakat produktif kami dorong agar pelaku usaha ultra mikro bisa berkembang dan tidak terjerat rente maupun pinjaman online,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, total bantuan sosial-ekonomi yang disalurkan Pemprov Jatim ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur mencapai Rp160,9 miliar.

Penyaluran dilakukan secara terintegrasi bersama pemerintah pusat dan kabupaten/kota agar tepat sasaran.

“Kita petakan bersama mana yang menjadi intervensi pusat, provinsi maupun kabupaten, sehingga programnya saling melengkapi,” jelasnya.

Sementara itu, Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim kepada masyarakat Banyuwangi, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan selama Ramadan sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Ia juga mengungkapkan, Pemkab Banyuwangi memiliki sejumlah program sosial bagi warga yang belum terjangkau bantuan pusat maupun provinsi.

“Program ASN Berbagi merupakan sedekah dari ASN untuk kebutuhan sembako dan penanganan anak stunting dari keluarga miskin. Sementara Banyuwangi Berbagi dilakukan secara kolaboratif melalui skema pentahelix, termasuk program bedah rumah dan dukungan sosial lainnya,” ujar Ipuk.(zul)

No More Posts Available.

No more pages to load.