Viral Dugaan Permintaan THR LPMK Manukan Wetan, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Minta Evaluasi

oleh -688 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Dugaan permintaan tunjangan hari raya (THR) yang menyeret Ketua LPMK Manukan Wetan viral di media sosial. Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, meminta agar persoalan itu segera ditindaklanjuti oleh pihak kecamatan.

Politisi yang akrab disapa Cak YeBe itu mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Camat Tandes guna meminta evaluasi terhadap yang bersangkutan agar polemik tidak meluas dan menimbulkan preseden buruk.
“Barusan saya telepon Pak Febri, Camat Tandes, dan saya minta untuk yang bersangkutan dievaluasi agar tidak diposisikan sebagai Ketua LPMK. Pak Camat siap menindaklanjuti,” ujar Yona, Kamis (26/2/2026).

Menurut dia, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) memiliki peran strategis sebagai penghubung antara aspirasi warga dan pemerintah. Karena itu, setiap pengurus dituntut menjaga integritas serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mencederai kepercayaan publik.

Ia menegaskan, dugaan permintaan THR dengan mengatasnamakan lembaga tidak dapat dibenarkan. Apabila terbukti, langkah evaluasi dinilai perlu dilakukan demi menjaga marwah kelembagaan.

“Kami tidak ingin lembaga kemasyarakatan tercoreng oleh tindakan yang tidak pantas. Evaluasi penting agar ke depan LPMK benar-benar bekerja untuk kepentingan warga,” tegas politisi dari Partai Gerindra tersebut.

Yona juga mengimbau seluruh pengurus LPMK se-Kota Surabaya agar berpegang pada aturan dan etika dalam menjalankan tugas. Ia meminta agar momentum apa pun tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Saya mengimbau seluruh LPMK se-Surabaya agar menjaga etika, menjaga kepercayaan masyarakat, dan tidak melakukan praktik-praktik yang bisa merusak citra lembaga,” katanya.

Ia berharap kasus ini menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh lembaga kemasyarakatan agar tetap menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan fungsi pemberdayaan masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat itu mahal. Jangan sampai karena satu tindakan, seluruh LPMK ikut terdampak citranya,” pungkasnya.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.