KILASJATIM.COM, Surabaya – Operasional penyeberangan Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup selama dua hari saat Hari Raya Nyepi 2026, yakni 18–19 Maret 2026. Penutupan ini berdekatan dengan momentum Idul Fitri 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengatakan kedekatan dua hari besar tersebut membutuhkan antisipasi khusus, terutama untuk menghindari penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan.
“Tahun ini Nyepi berdekatan dengan Lebaran, sehingga perlu langkah antisipasi, khususnya saat penutupan Ketapang–Gilimanuk,” ujar Nyono, Rabu (25/2/2026).
Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 17–18 Maret 2026, tepat sebelum penutupan pelabuhan. Kondisi ini berpotensi memicu antrean panjang kendaraan, terutama truk dan kendaraan muatan yang hendak menyeberang ke Bali.
Pemprov Jatim bersama instansi terkait telah memetakan sejumlah kantong parkir di sekitar Ketapang untuk menampung kendaraan selama penutupan berlangsung.
“Kami sudah memetakan kantong parkir untuk mengantisipasi penumpukan agar tidak terjadi kemacetan signifikan,” kata Nyono.
Namun, pengelolaan parkir tidak sepenuhnya berada di bawah Dishub Jatim. Jika lahan milik BUMDes atau pihak swasta seperti PT HSTP, maka pengelolaannya diserahkan kepada masing-masing pihak. Sementara Terminal Sri Tanjung diupayakan gratis, tergantung status lahannya.
Nyono menegaskan Pemprov Jatim tidak memiliki kewenangan langsung dalam pengaturan tarif parkir karena wilayah darat di sekitar pelabuhan bukan kewenangan administrasi provinsi.
Secara nasional, sekitar 143 juta orang diprediksi melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026. Dari jumlah itu, sekitar 7,7 juta orang diperkirakan menggunakan angkutan umum di Jawa Timur.
Selain penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan bersama Pemprov Jatim juga memetakan jalur darat dan udara guna mengantisipasi lonjakan pemudik.
Penutupan pelabuhan saat Nyepi merupakan prosedur rutin setiap tahun. Namun, tahun ini tantangannya lebih besar karena waktunya berhimpitan dengan puncak arus mudik Lebaran. (FRI)




