Unusa Buka PPDS Obgyn dan Pulmonologi

oleh -517 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuka dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru, yakni Obstetri dan Ginekologi serta Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, untuk menjawab tantangan kesehatan ibu dan tingginya kasus tuberkulosis di Indonesia. Peluncuran dilakukan bersama Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya (UC) dan Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya yang juga membuka sejumlah PPDS baru.

Rektor Unusa, Triyogi Yuwono, mengatakan pembukaan dua program spesialis ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam sistem kesehatan nasional. “Kesehatan generasi bangsa dimulai sejak dalam kandungan dan harus dijaga sepanjang kehidupan. Melalui penguatan pendidikan spesialis di bidang kesehatan ibu dan penyakit respirasi, Unusa berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,” terang Triyogi.

PPDS Obstetri dan Ginekologi Unusa mengusung pendekatan antenatal berbasis nutrisi janin. Konsep ini menempatkan kesehatan janin sebagai fondasi kualitas kesehatan manusia sepanjang hayat sekaligus bagian dari strategi pencegahan stunting.

Sementara itu, PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi difokuskan pada penguatan kompetensi dokter spesialis dalam penanggulangan tuberkulosis. Indonesia saat ini masih menempati peringkat kedua kasus tuberkulosis tertinggi di dunia setelah India, sedangkan di tingkat nasional Jawa Timur berada di posisi kedua setelah Jawa Barat.

Dekan Fakultas Kedokteran Unusa, Handayani, menegaskan kedua program dirancang untuk melahirkan dokter spesialis yang unggul secara klinis sekaligus berintegritas. “Kami mengintegrasikan keunggulan ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan nilai keislaman dalam pendidikan dokter spesialis. Lulusan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional, beretika, serta responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu-anak dan tuberkulosis,” kata Handayani.

Unusa menargetkan kedua PPDS ini menjadi pusat keunggulan pendidikan spesialis yang berkontribusi pada pencegahan penyakit sejak awal kehidupan, pengendalian penyakit menular strategis, serta penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas dan teknologi menuju 2035.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.