EMAS Lakukan First Gold Pour di Tambang Emas Pani, Resmi Memasuki Tahap Produksi

oleh -269 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – PT Merdeka Gold Resources, Tbk (BEI: EMAS)(MGR” atau “Perseroan”), anak usaha dari PT Merdeka  Copper Gold, Tbk (BEI: MDKA), secara resmi telah melakukan first gold pour (penuangan emas  perdana) di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada 14 Februari 2026.

Pencapaian di pertengahan kuartal I 2026 ini tercatat lebih awal dari target realisasi yang semula  diperkirakan pada akhir kuartal I 2026. First gold pour yang menghasilkan dore bullion menandai dimulainya tahap produksi emas komersial  Tambang Emas Pani.

Doré Bullion yang dihasilkan diperoleh melalui proses pelindian (heap leach) dilanjutkan dengan pemulihan emas melalui fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR).

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyampaikan bahwa first gold pour di Tambang  Emas Pani merupakan pencapaian strategis bagi Perseroan dan Grup Merdeka.

 “First gold pour ini  merupakan milestone penting yang menandai keberhasilan EMAS bertransisi dari tahap pengembangan proyek menuju operasi emas komersial. Pencapaian ini diraih lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya  kami sampaikan kepada publik, mencerminkan disiplin eksekusi proyek dan kesiapan operasional yang solid. Beroperasinya Tambang Emas Pani juga menjadi fondasi bagi peningkatan kapasitas produksi ke  tahap berikutnya.” ujar Boyke saat acara prosesi penuangan emas perdana yang juga dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Ida Syahidah beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan keyakinannya akan pertumbuhan ekonomi  di Provinsi Gorontalo dengan adanya industri pertambangan.

“Saya optimis dengan adanya industri pertambangan, pertumbuhan ekonomi provinsi bisa mencapai 6 persen lebih asal dikelola dengan baik” kata Gubernur sembari menambahkan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi mencapai 5,71 persen. Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik,” ujar Gusnar Ismail seraya berharap  angka kemisikinan di provinsi juga akan turun.

Baca Juga :  Edan! Harga Emas Antam Hari Ini Meroket di Level rp 1.692.000 Per Gram

Pencapaian ini menjadi tonggak penting setelah EMAS menyelesaikan seluruh tahapan pengembangan  sejak akuisisi aset pada 2020. Fase awal operasi Tambang Emas Pani menggunakan metode heap leach dengan target produksi sekitar 110.000 – 115.000 ounces emas pada tahun pertama operasi, angka ini lebih tinggi dari target awal  80.000 ounces emas untuk tahun 2026.

Tambang ini dikelola sebagai tambang terbuka (open pit) dengan  Cadangan Bijih (Ore Reserve) sekitar 4,8 juta ounces emas dan Perkiraan Sumber Daya Mineral  (Mineral Resource Estimate) lebih dari 7 juta ounces emas, menjadikannya salah satu tambang emas  primer paling prospektif di Indonesia.

Seiring dimulainya produksi heap leach, EMAS telah memulai tahap konstruksi Carbon-In-leach (CIL), dengan pekerjaan earthwork yang sudah berjalan sejak awal 2026, lebih awal dibandingkan ekspektasi semula pada 2027. EMAS juga mempercepat fasilitas CIL 12 juta ton bijih per tahun yang kini ditargetkan  rampung pada 2028, dibandingkan rencana awal (tahap pertama 7 juta ton pada 2029 dan ekspansi 5 juta ton menjadi 12 juta ton pada 2032).

Dengan percepatan ini, EMAS menargetkan potensi produksi  sekitar 500.000 ounces emas per tahun dapat dicapai pada 2029, lebih cepat dari proyeksi sebelumnya pada 2032.

Menjelang fase produksi, Tambang Emas Pani telah menyelesaikan seluruh tahapan pengembangan dan  commissioning utama, termasuk penambangan awal, fasilitas Ore Preparation Plant (OPP), heap leach, serta fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR), sehingga siap memasuki tahap produksi emas  komersial secara penuh.

“Selain memperkuat portfolio emas Grup Merdeka, Tambang Emas Pani juga memberikan kontribusi  nyata bagi produksi emas Indonesia serta pembangunan ekonomi Gorontalo melalui penciptaan

lapangan kerja dan program pemberdayaan masyarakat. Seluruh kegiatan operasi kami dijalankan mengedepankan prinsip-prinsip Good Mining Practices (GMP) serta standar lingkungan, sosial, dan  tata kelola (ESG) yang tinggi.” tutup Boyke. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.