Jatim Siapkan Skema Besar Angkutan Lebaran 2026, Antisipasi Nyepi dan 143 Juta Pemudik

oleh -291 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Menhub Dudy Purwagandhi memberikan keterangan usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/2). (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mematangkan skema Angkutan Lebaran 2026 dengan memperkuat koordinasi lintas sektor. Jalur darat, laut, udara, kereta api hingga jalan tol disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas saat mudik.

Langkah itu dibahas dalam pertemuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2/2026).

Khofifah menegaskan, koordinasi dilakukan secara detail agar arus mudik dan balik berjalan aman dan lancar. Ia juga menyoroti momentum Hari Raya Nyepi pada 19 Maret yang berpotensi memengaruhi mobilitas, khususnya jalur penyeberangan Jawa–Bali.

“Pergerakan masyarakat dari dan menuju Bali harus diantisipasi matang,” ujarnya.

Menhub Dudy Purwagandhi menyebut Posko Angkutan Lebaran 2026 akan beroperasi mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Pemerintah memetakan sejumlah titik rawan kepadatan, seperti pelabuhan penyeberangan, kawasan wisata, dan pasar tumpah.

“Kami akan menambah armada kapal di penyeberangan serta menyiapkan rekayasa lalu lintas bersama kepolisian,” kata Dudy.

Terkait Nyepi, layanan penyeberangan akan dihentikan sementara sesuai ketentuan. Informasi jadwal operasional akan disosialisasikan agar masyarakat dapat mengatur perjalanan.

Pemerintah juga kembali menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk mengurai kepadatan. WFA berlaku 15–17 Maret untuk arus mudik dan 25–27 Maret saat arus balik.

Selain itu, pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas diberlakukan selama masa angkutan Lebaran, kecuali untuk distribusi bahan pokok dan kebutuhan penting lainnya.

Secara nasional, potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 143,7 juta orang. Meski lebih rendah dibanding tahun lalu, pemerintah tetap menyiapkan skenario antisipasi lonjakan.

Di jalan tol, rekayasa lalu lintas seperti contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap akan diterapkan secara situasional oleh Korlantas Polri.

Baca Juga :  Polda Jatim Petakan Titik Rawan Macet dan Laka Jelang Mudik Lebaran

Dengan kombinasi penambahan armada, pengaturan lalu lintas, pembatasan kendaraan berat, serta WFA, pemerintah berharap mudik Lebaran 2026 berlangsung lebih tertib, aman, dan minim kemacetan—terutama di jalur strategis Jawa Timur sebagai simpul pergerakan nasional.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.