KILASJATIM.COM, Jember – Aktivitas penerbangan di Bandara Notohadinegoro tercatat berjalan stabil selama libur panjang Imlek, yakni pada periode 13 hingga 17 Februari 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, mengatakan tingkat keterisian penumpang bervariasi tergantung rute. Namun secara umum, angka okupansi masih berada dalam kategori aman.
Penerbangan rute Jakarta–Jember mencatat okupansi cukup baik, yakni sekitar 80 persen. Sementara untuk rute sebaliknya, Jember–Jakarta, rata-rata keterisian penumpang berada di kisaran 50 hingga 60 persen.
“Kalau dari Jakarta ke Jember itu cukup bagus. Sedangkan dari Jember ke Jakarta okupansinya sekitar 50 sampai 60 persen,” ujar Gatot, Rabu (18/2/2026).
Data yang dihimpun juga menunjukkan tren serupa pada rute lainnya. Untuk penerbangan Jember–Bali, jumlah penumpang yang berangkat dari Jember mencapai sekitar 62 orang. Angka tersebut membuat tingkat okupansi rute Jember–Bali menyentuh sekitar 90 persen, menandakan tingginya minat perjalanan udara menuju destinasi tersebut selama liburan.
“Sementara penerbangan dari Bali menuju Jember tercatat lebih rendah, dengan okupansi sekitar 30 persen,” tambahnya.
Secara umum, aktivitas penumpang di Bandara Notohadinegoro relatif stabil dibandingkan tren sebelumnya. Kondisi ini diharapkan memberi dampak positif terhadap mobilitas masyarakat serta mendukung pergerakan sektor ekonomi daerah.
Menurut Gatot, stabilnya layanan penerbangan menjadi indikator bahwa akses transportasi udara bagi warga Jember dan sekitarnya tetap terselenggara dengan baik, terutama saat momen liburan panjang yang biasanya meningkatkan mobilitas.
Meski sejumlah rute belum mencapai kapasitas penuh, tren okupansi tersebut dinilai sebagai awal yang menggembirakan bagi perkembangan layanan udara di Jember. Dukungan berkelanjutan terhadap konektivitas penerbangan diharapkan mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih luas di masa mendatang.(wan)




