KILASJATIM.COM, Jember – Penurunan harga tiket pesawat FlyJaya untuk rute Jember–Jakarta dan sebaliknya, yang mulai berlaku 13 Januari 2026, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember mencatat tingkat pemesanan penumpang sudah melampaui separuh kapasitas, meski penerbangan baru kembali dioperasikan.
Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono, menyebutkan, untuk penerbangan 13 Januari 2026, jumlah penumpang yang telah melakukan pemesanan hampir mencapai 50 orang dari total kapasitas 70 kursi.
“Artinya keterisian sudah lebih 60 persen. Sedangkan untuk rute Jakarta–Jember sekitar 10-12 penumpang. Ini wajar karena penerbangan baru kembali berjalan,“ ujarnya, Senin (12/1/2026).
Ia berharap penurunan tarif tiket, yang kini dibanderol mulai Rp1,5 jutaan atau turun sekitar Rp600 ribu dari harga sebelumnya, dapat mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi udara.
“Kontinuitas penerbangan menjadi kunci agar minat masyarakat terus meningkat. Saat ini, jadwal penerbangan Jember–Jakarta PP tetap setiap Selasa dan Kamis,” tambah Gatot.
Dishub juga menyebutkan kemungkinan akan mengevaluasi penambahan frekuensi, perubahan hari, maupun penyesuaian jam terbang berdasarkan survei dan kajian lanjutan. Selain itu, dalam waktu dekat, Bandara Notohadinegoro Jember ditargetkan dapat melayani pengisian avtur secara langsung, diharapkan meningkatkan kapasitas angkut penumpang dan efisiensi operasional penerbangan.
Terkait profil pengguna jasa, Gatot menjelaskan bahwa penumpang pesawat di Bandara Jember berasal dari beragam latar belakang. Untuk rute Jakarta, mayoritas penumpang merupakan pelaku usaha dan kalangan pemerintahan, sementara rute lain seperti Jember–Denpasar banyak dimanfaatkan wisatawan dan warga Jember yang bekerja di Bali.
“Jakarta masih menjadi pusat aktivitas ekonomi. Dengan akses penerbangan yang lebih terjangkau, kami berharap investor dari Jakarta semakin tertarik masuk ke Jember,” ujarnya.
Berdasarkan survei Dishub pada 2025, rute Jember–Jakarta menjadi rute dengan minat tertinggi dibandingkan rute Jember–Surabaya dan Jember–Bali, mencapai 33,9 persen. Survei lanjutan di akhir tahun juga menunjukkan masyarakat paling berminat pada rute ini dengan kisaran harga tiket di bawah Rp2 juta.
Ke depan, pengembangan infrastruktur bandara masih menjadi pekerjaan rumah besar. Salah satunya adalah perpanjangan runway dari sekitar 1.600 meter menjadi 2.300 meter, agar pesawat berbadan lebih besar, seperti Airbus, dapat mendarat di Bandara Notohadinegoro.
“Kalau runway bisa diperpanjang, pilihan jenis pesawat akan semakin banyak dan konektivitas Jember akan jauh lebih terbuka,” pungkas Gatot.(wan)
