Ribuan Warga Bersih-bersih Pantai Kenjeran, Surabaya Gaungkan HPSN 2026 Bertema ASRI

oleh -605 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Ribuan partisipan mengikuti aksi korve bersih pantai yang digelar secara masif di Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)”.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota Surabaya terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sampah.

Ia menegaskan bahwa kebersihan bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Pemkot Surabaya, lanjutnya, berkomitmen menjalankan program pemerintah pusat tersebut secara konsisten hingga level akar rumput.

“Saya ingin momentum HPSN 2026 ini menjadi awal untuk memulai gerakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga di setiap perkampungan dan bersinergi dengan Kampung Pancasila,” kata Eri, Minggu.

Dalam arahannya, Eri juga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya (DLH) menyusun aturan terkait jenis sampah yang boleh diangkut saat kerja bakti. Hal ini menyusul temuan banyak warga yang memanfaatkan momen kerja bakti untuk membuang perabotan rumah tangga seperti kursi rusak dan kasur bekas.

“Saya sering keliling dan banyak melihat saat kerja bakti yang keluar dari rumah bukan sampah saluran atau ranting pohon, tapi kursi rusak dan kasur. Ini namanya bukan kerja bakti, tapi aji mumpung titip buang sampah besar. Jika warga ingin membuang furnitur bekas harusnya dibuang di luar jadwal kerja bakti rutin,” tegasnya.

Sebagai langkah efek jera, Eri mengaku akan memperkuat koordinasi dengan Pengadilan Negeri Surabaya untuk menjatuhkan denda tegas bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan, seperti membuang dari kendaraan atau ke sungai.

Baca Juga :  Kerapan Sapi Brujul Merupakan Aset Pariwisata Jatim  

“Dendanya jangan diringankan lagi supaya jadi pelajaran,” ujarnya.

Terkait kondisi pantai, Eri mencatat bahwa volume sampah plastik mulai berkurang. Namun, sampah popok bayi masih mendominasi temuan di kawasan pesisir.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Surabaya berencana memasang pembatas atau penahan sampah di perbatasan aliran sungai dan permukiman warga.

“Kita akan pasang pembatas sampah di hulu, tengah, dan hilir. Surabaya ini posisinya di hilir, semua sampah dari atas lari ke sini seolah-olah Surabaya yang kotor. Dengan pembatas ini, kita akan tahu sampah itu kiriman atau warga lokal yang buang, supaya edukasinya bisa tepat sasaran,” jelasnya.

Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, menambahkan peringatan HPSN di Surabaya digelar serentak, termasuk aksi kerja bakti di kawasan Pantai Batu-batu dan di lingkungan masing-masing wilayah.

“Target kita adalah membentuk perilaku hidup bersih. Pak Wali Kota juga mengarahkan agar setiap kantor melakukan korve atau pembersihan lingkungan kantor setiap pagi sebelum mulai bekerja,” kata Dedik.

Menurutnya, kesadaran warga dalam memilah sampah menunjukkan tren positif. Namun, tingginya mobilitas penduduk di kota besar seperti Surabaya menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga konsistensi perilaku hidup bersih.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi secara berulang karena perubahan populasi yang cepat di kota besar seperti Surabaya ini,” ujarnya.

Aksi bersih pantai ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Surabaya yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(pur)

No More Posts Available.

No more pages to load.