Persebaya Surabaya Tumbang 1-2 dari Bhayangkara, Bernardo Tavares Soroti Kurang Tenang di Babak Pertama 4

oleh -664 Dilihat

Foto – Media Persebaya

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengakui anak asuhnya bermain kurang tenang pada babak pertama saat takluk 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu malam.

Dalam konferensi pers usai laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, pelatih asal Portugal itu menilai gol cepat lawan memengaruhi psikologis timnya.

“Ketika mereka punya peluang pertama dan mencetak gol, saya rasa kami bermain lebih dengan hati daripada dengan kepala,” ujar Tavares.

Menurutnya, Bhayangkara hanya memiliki dua tembakan tepat sasaran pada babak pertama, namun keduanya mampu dikonversi menjadi gol melalui skema bola mati dan transisi cepat.

Di sisi lain, Persebaya sebenarnya menciptakan sejumlah peluang pada paruh pertama, termasuk melalui Rivera dan Bruno. Namun, penyelesaian akhir dinilai belum maksimal.

“Kami menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir kami tidak akurat,” katanya.

Tavares juga menyoroti minimnya kemenangan dalam perebutan bola kedua di area depan. Ia menyebut Bhayangkara lebih dominan dalam mengamankan bola kedua di lini tengah, sehingga mampu mengontrol ritme permainan.

Memasuki babak kedua, Persebaya tampil lebih agresif. Intensitas serangan meningkat dengan catatan peluang, tembakan ke gawang, dan tendangan sudut yang lebih banyak. Meski demikian, Bajol Ijo hanya mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

“Saya menghargai kerja keras para pemain, terutama pada babak kedua,” tutur Tavares.

Dalam upaya mengejar ketertinggalan, ia bahkan memasukkan pemain muda dan menggeser bek tengah menjadi penyerang di menit-menit akhir demi menambah daya gedor.

Selain faktor teknis, Tavares juga menyinggung jalannya pertandingan yang menurutnya terlalu sering terhenti akibat upaya lawan mengulur waktu. Ia menilai tambahan waktu lima menit belum cukup mengakomodasi banyaknya jeda sepanjang laga.

Baca Juga :  Drama 4 Gol di GBT, Persib Paksa Persebaya Berbagi Poin

Meski demikian, ia menegaskan kekalahan tersebut bukan disebabkan keputusan wasit, melainkan efektivitas Bhayangkara dalam memanfaatkan peluang.

“Kami kalah karena lawan mencetak dua gol, dan kami hanya mencetak satu, itu saja,” tegasnya.

Sementara itu, kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, menyampaikan permohonan maaf kepada Bonek dan Bonita atas hasil yang belum memuaskan.

“Kami mohon maaf apabila hasilnya tidak memuaskan bagi kami dan para pendukung,” ujar Andhika.(ara)

No More Posts Available.

No more pages to load.