Mini Soccer HPN 2026, Judes FC Juara Usai Tumbangkan Pokja Polda Jatim Lewat Adu Penalti

oleh -570 Dilihat

KILASJATIM.COM, Pasuruan – Laga final mini soccer dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026 berlangsung dramatis saat Judes FC berhadapan dengan tim mini soccer Pokja Polda Jatim di Lapangan BJS, Prigen, Pasuruan, Sabtu malam (14/2/2026).

Pertandingan yang mempertemukan dua tim tangguh tersebut berakhir imbang 1-1 pada waktu normal, sehingga memaksa laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu hingga adu penalti untuk menentukan juara pertama dan kedua.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil ngotot. Jual beli serangan terjadi sepanjang pertandingan. Judes FC yang diperkuat sejumlah jurnalis muda bermain disiplin dan solid, sementara tim Pokja Polda Jatim mengandalkan kecepatan serta tekanan tinggi dari para wartawan senior yang berpengalaman.

Skor 1-1 tetap bertahan hingga babak kedua usai. Atmosfer pertandingan semakin memanas ketika penentuan harus dilakukan melalui drama adu penalti.

Pada babak tos-tosan pertama, kedua tim sama-sama menunjukkan ketenangan. Skor kembali imbang 3-3. Ketegangan memuncak saat laga memasuki babak sudden death. Penonton yang memadati tribun menahan napas menantikan setiap eksekusi.

Momen penentuan terjadi pukul 22.40 WIB ketika penendang dari tim Pokja Polda Jatim gagal menuntaskan tugasnya setelah tendangannya berhasil ditepis Rahmat, kiper Judes FC. Tepuk tangan dan sorak sorai langsung pecah, memastikan Judes FC keluar sebagai juara pertama Piala PWI.

Kapten Judes FC, Eko Widodo, mengaku bangga atas pencapaian timnya. Ia menyebut kemenangan tersebut sebagai buah kerja keras dan kekompakan tim.

“Terima kasih atas semangat teman-teman. Tradisi kita, di mana pun event digelar, kita berusaha menjadi juara. Ini hasil kerja keras seluruh tim,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Pokja Jurnalis Dewan Surabaya sekaligus Ketua Seksi Surabaya PWI Jawa Timur, Inyong Maulana, atas dukungan yang diberikan kepada para jurnalis muda.

Baca Juga :  PWI Jatim Berikan Penghargaan Prapanca Award ke Mayjen TNI Rafael

Sementara itu, Inyong Maulana menegaskan bahwa turnamen ini menjadi bukti soliditas wartawan Surabaya dan Jawa Timur. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai wadah mempererat kebersamaan sekaligus menjaga kebugaran.

“Ini bukan sekadar kompetisi, tapi silaturahmi dan penguatan solidaritas antar wartawan. Semoga ke depan makin meriah dan makin profesional,” katanya.

Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, turut mengapresiasi jalannya turnamen dan semangat sportivitas para peserta.

“Menang Judes, tapi sebenarnya bisa saja juara bersama. Namun karena kebutuhan pertandingan, harus ada pemenang. Saya melihat final ini luar biasa. Ini bukan sekadar wartawan, mereka benar-benar pemain lapangan,” ujarnya.

Ia berharap turnamen serupa dapat digelar lebih besar pada tahun-tahun mendatang, bahkan melibatkan perwakilan PWI kabupaten/kota maupun klub-klub wartawan se-Jawa Timur.

Di sisi lain, pengamat mini soccer yang menyaksikan laga final, Yusandi, menilai babak sudden death sepenuhnya ditentukan faktor mental.

“Di situ teknik, strategi, fisik sudah tidak ada. Yang ada hanya mental dan keberanian. Bukan soal keberuntungan atau Dewi Fortuna, tapi siapa yang mentalnya paling kuat,” ujarnya.

Kemenangan Judes FC malam itu bukan hanya soal trofi, melainkan simbol sportivitas dan semangat pers yang terus menyala, baik di dalam maupun di luar lapangan.(dra)

No More Posts Available.

No more pages to load.