Karya Siswa SMK Jatim Unjuk Gigi, Expo 2026 Bukukan Transaksi Rp2,9 Miliar

oleh -866 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menutup kegiatan “Expo dan Expose Hebatnya SMK Jawa Timur Tahun 2026” yang digelar di Ballroom Lantai 3 Grand City Convex Surabaya, Sabtu (14/2/2026) sore. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini menjadi etalase inovasi, kreativitas, dan daya saing siswa SMK se-Jatim.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Jatim serta para mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang telah menjalin kemitraan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

“Ending dari seluruh proses pendidikan vokasi adalah bagaimana tingkat keterserapan lulusan di dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, kemitraan menjadi sangat penting,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, kualitas teaching factory dan teaching industry di SMK Jawa Timur tidak kalah dibandingkan perguruan tinggi negeri. Menurutnya, berbagai sektor seperti peternakan, perikanan, agribisnis hingga manufaktur telah menunjukkan standar produksi yang membanggakan.

“Saya sudah melihat teaching factory di berbagai kampus strategis. Tapi teaching factory di SMK-SMK Jawa Timur tidak kalah. Dari pembenihan ikan sampai inseminasi buatan, semua dilakukan dengan keterampilan yang luar biasa, Ini membuktikan bahwa produk mereka tidak kalah, tinggal penguatan landasan teori agar semakin kokoh,” katanya.

Khofifah juga mencontohkan salah satu SMK di Mojokerto yang memproduksi spare part untuk industri pertahanan milik PT Pindad. Bahkan, saat kunjungan Presiden RI, produk tersebut turut ditinjau langsung.

“Beberapa spare part ujung senjata yang diproduksi Pindad di Malang ternyata hasil karya siswa SMK. ” tegasnya.
Ia menambahkan, expo yang ditutup hari ini bukanlah akhir, melainkan pembuka gerbang masa depan bagi para siswa. “Ini bukan penutupan, tetapi pembukaan pintu gerbang kemajuan anak-anak kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Pada HUT ke 77 Bhayangkara 2023, Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Tanhana Dharma Mangrva

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, melaporkan bahwa kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak 12 hingga 14 Februari 2026 ini diikuti 267 sekolah, terdiri dari 203 SMK negeri dan 66 SMK swasta.

Peserta terbagi dalam 10 bidang keahlian, yakni energi, pertambangan, kemaritiman, manufaktur, agribisnis, agroteknologi, pariwisata, teknologi informasi, kesehatan, dan ekonomi kreatif.

“Tujuan strategis Expo dan Expose 2026 adalah menguatkan citra SMK Jatim sebagai pusat produksi profesional yang terkoneksi langsung dengan dunia usaha dan industri,” kata Aries.

Ia menyebut, hingga Jumat (14/2/2026) pukul 13.00 WIB, jumlah pengunjung tercatat mencapai 5.277 orang. Total transaksi selama kegiatan berlangsung menembus Rp2,9 miliar, dengan transaksi tertinggi terjadi pada hari kedua.
“Ini membuktikan produk SMK tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki nilai jual dan daya saing tinggi,” ujarnya.

Selain transaksi bisnis, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan 12 MoU strategis, terdiri dari 10 mitra dunia usaha dan dua instansi pemerintah. Kerja sama difokuskan pada penyerapan tenaga kerja, sinkronisasi kurikulum, penguatan teaching factory, digitalisasi, serta peningkatan kapasitas.

Aries menegaskan, pihaknya akan mengawal implementasi kerja sama tersebut, termasuk monitoring penyerapan lulusan dan evaluasi penguatan pendidikan vokasi ke depan.

“Komitmen kami adalah memastikan kualitas dari kontrak kerja sama ini benar-benar berdampak pada keterserapan tenaga kerja dan peningkatan mutu SMK di Jawa Timur,” tandasnya.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.