Prof Yusak Jadi Guru Besar, Kenalkan Softbrain Engineer

oleh -478 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengukuhkan Prof. Mohamad Yusak Anshori sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen, Sabtu (14/2/2026), di Auditorium kampus setempat. Dalam orasi ilmiahnya, ia memperkenalkan konsep Softbrain Engineer, pendekatan manajemen yang menempatkan kualitas mental dan emosional manusia sebagai fondasi organisasi.

Prof. Yusak menjadi Guru Besar Ilmu Manajemen pertama di Unusa. Dalam pidatonya, ia menegaskan pengukuhan tersebut bukan akhir perjalanan akademiknya, melainkan momentum memperkenalkan gagasan yang telah lama ia rumuskan.

Menurutnya, banyak organisasi terjebak pada pendekatan mekanistik dengan fokus pada target, sistem, dan teknologi, tetapi mengabaikan kondisi psikologis manusia yang menjalankannya. “Penguatan kualitas manusia tidak cukup hanya melalui pelatihan soft skills. Kita perlu memahami bagaimana otak bekerja, bagaimana emosi dikelola, dan bagaimana proses kognitif memengaruhi pengambilan keputusan,” ujarnya.

Dari kegelisahan itulah lahir konsep Softbrain Skills yang kemudian ia sebut sebagai Softbrain Engineer. Konsep ini dibangun di atas empat dimensi utama, yakni regulasi emosi, kelincahan kognitif, kecerdasan kolaboratif, dan resiliensi emosional.

Pria kelahiran Kediri, 13 Oktober 1967, tersebut dikenal mampu menjembatani dunia akademik dan praktik korporasi. Pengalaman profesionalnya membentuk perspektif bahwa transformasi organisasi tidak hanya bertumpu pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kesiapan mental sumber daya manusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, produktivitas akademiknya juga meningkat signifikan. Lebih dari 30 buku manajemen ia terbitkan dalam kurun satu tahun, yang sebagian besar berangkat dari refleksi atas pengalaman memimpin dan mendampingi organisasi.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA, menilai gagasan Softbrain Engineer relevan dengan arah transformasi kampus yang dirumuskan dalam strategi GREATS: Growth, Reputation, Empowerment, Advancement, Transformation, dan Sustainability. “Transformasi organisasi tidak cukup hanya mengandalkan inovasi teknologi. Organisasi membutuhkan manusia yang memiliki ketahanan mental, kemampuan beradaptasi, serta kecerdasan emosional yang matang,” kata Triyogi.

Baca Juga :  Jawab Tantangan Era Digitalisasi, FK Unusa Gelar Kuliah Pakar dan Visiting Profesor

Menurutnya, pendekatan yang ditawarkan Prof. Yusak menghadirkan perspektif manajemen yang lebih humanistik dan kontekstual dengan tantangan global yang terus berubah.

Ke depan, Prof. Yusak berharap konsep Softbrain Engineer dapat diadopsi lebih luas, tidak hanya dalam pengembangan kurikulum pendidikan, tetapi juga dalam pelatihan kepemimpinan dan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di tingkat nasional.

Pengukuhan tersebut menandai babak baru perjalanan akademiknya, sekaligus mempertegas komitmen Unusa dalam memperkuat tradisi keilmuan yang adaptif terhadap perubahan zaman dan berorientasi pada pembangunan manusia secara utuh.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.