Presiden Longgarkan Kredit Nelayan Hingga 12 Tahun

oleh -673 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Pemerintah resmi melonggarkan skema kredit bagi para nelayan dengan memperpanjang tenor pinjaman hingga 12 tahun. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di berbagai daerah.

Dalam keterangannya, Presiden menegaskan bahwa akses pembiayaan yang lebih panjang dan ringan diharapkan mampu membantu nelayan memperbarui armada, membeli alat tangkap ramah lingkungan, hingga memperkuat modal kerja tanpa terbebani cicilan jangka pendek yang memberatkan di dalam acara Indonesia Outlook Economc 2026 di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

“Negara harus hadir untuk memastikan nelayan kita bisa bekerja dengan tenang dan produktif. Dengan tenor hingga 12 tahun, beban angsuran menjadi lebih ringan sehingga mereka bisa fokus meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan,” ujar Presiden.

Kebijakan ini akan diintegrasikan melalui sejumlah skema pembiayaan perbankan dan lembaga keuangan yang selama ini menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sektor perikanan. Pemerintah juga memastikan suku bunga tetap kompetitif serta prosedur pengajuan dipermudah agar bisa diakses nelayan kecil dan tradisional.

Selain memperpanjang tenor, pemerintah juga mendorong sinergi antara kementerian terkait untuk memberikan pendampingan usaha, termasuk pelatihan manajemen keuangan, pengelolaan hasil tangkapan, hingga akses pasar. Langkah tersebut dinilai penting agar kredit yang disalurkan benar-benar produktif dan berkelanjutan.

Para pelaku usaha perikanan menyambut positif kebijakan ini. Mereka menilai perpanjangan masa pinjaman akan memberikan ruang bernapas bagi nelayan yang selama ini kerap menghadapi fluktuasi hasil tangkapan akibat cuaca, musim, dan kondisi laut.

Pemerintah berharap, dengan dukungan pembiayaan jangka panjang, sektor perikanan tangkap dapat tumbuh lebih kuat, meningkatkan produksi dalam negeri, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis kelautan. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong ekonomi maritim sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan nasional.(ara)

Baca Juga :  Jelang RS BHC Run 2026, Ribuan Peserta Ambil Race Pack

No More Posts Available.

No more pages to load.