Catatan Pemuda Katolik Jawa Timur, Rumah Terbuka Bagi Kaum Muda Itu Telah Pergi

oleh -213 Dilihat

KILASBALIK.COM, Surabaya – Selasa (10/2/2026) malam itu, kabar duka menyebar cepat di kalangan aktivis muda Katolik Jawa Timur. Dominikus Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya yang akrab disapa Mas Awi, berpulang pada 10 Februari 2026 pukul 20.36 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Jakarta setelah menjalani perawatan intensif.

Bagi Pemuda Katolik Jawa Timur, kepergian Adi bukan sekadar kehilangan seorang pejabat publik. Ia adalah sosok yang selama ini membuka pintu rumah dinasnya untuk diskusi, berbagi gagasan, dan mendengar keresahan anak-anak muda.

Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Timur, Christoporus Suryo, mengenang almarhum sebagai figur yang rendah hati dan selalu hadir untuk kader. “Selama kami berinteraksi dengan Pak Adi, banyak hal yang dilakukan bersama-sama. Beliau sangat concern pada perkembangan ormas-ormas kepemudaan, khususnya bagi aktivis muda,” papar Suryo.

Meski menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya sekaligus Dewan Pembina Pemuda Katolik Komcab Surabaya, Adi disebut tak pernah menciptakan jarak. Jabatan strategis tak membuatnya sulit ditemui. “Beliau sering menerima kami untuk berdiskusi di rumah dinas. Beliau sangat humble. Meskipun sebagai pejabat, beliau meluangkan waktu untuk pergerakan kaum muda,” kata Suryo.

Di mata para kader, Adi bukan hanya pembina formal. Ia hadir dalam berbagai kegiatan, termasuk menjadi narasumber dalam Kursus Kepemimpinan. Bahkan, satu kalimatnya masih membekas di ingatan Suryo. “Pesan yang dulu disampaikan kepada saya: ‘Selama saya masih sehat, saya diundang Pemuda Katolik, di manapun saya akan hadir’,” kenangnya.

Komitmen itu, menurut Suryo, bukan sekadar ucapan. Adi konsisten mendorong perluasan kaderisasi dan memperkuat peran pemuda Katolik dalam kehidupan sosial-politik.

Lahir di Blitar, 4 Agustus 1968, Adi memulai karier sebagai jurnalis sebelum terjun ke politik. Dunia jurnalistik membentuknya menjadi pribadi yang gemar mengamati dan mendengar sebelum berbicara. Karier politiknya ditempuh dari bawah hingga dipercaya memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya dan menjabat Ketua DPRD Surabaya selama dua periode, 2019–2024 dan 2024–2029.

Baca Juga :  Bus Oleng dan Terguling di Tol Solo–Ngawi, 1 Tewas dan 33 Terluka

Sebelumnya, ia juga menjadi anggota DPRD Surabaya sejak sisa masa jabatan 2009–2014 dan berlanjut pada periode 2014–2019. Di tengah dinamika politik kota besar, Adi dikenal bukan sebagai politisi yang reaktif, melainkan pemimpin yang mengedepankan dialog dan musyawarah.

Kini, rumah dinas yang kerap menjadi ruang diskusi itu mungkin tak lagi seramai dulu. Namun, bagi banyak aktivis muda, pintu yang pernah ia buka telah meninggalkan jejak keteladanan tentang kepemimpinan yang membumi dan setia pada generasi penerus.(tok)