Bank Jatim Genjot Transformasi, Target Jadi BPD Nomor 1 pada 2030

oleh -424 Dilihat
oleh
Foto: dok Bank Jatim/ist

KILASJATIM.COM, Surabaya – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menargetkan menjadi BPD nomor satu di Indonesia pada 2030. Target itu ditegaskan dalam Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 yang digelar di Malang, 6–7 Februari 2026.

Rakerta menjadi forum evaluasi kinerja 2025 sekaligus penentuan strategi bisnis tahun ini di tengah persaingan industri perbankan yang makin ketat. Mengusung tema Audacity to Fly Higher, manajemen menekankan pentingnya lompatan strategis dan percepatan transformasi.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan rapat kerja awal tahun menjadi momentum menyatukan visi dan memperkuat soliditas internal.

“Rapat kerja ini untuk menyelaraskan strategi agar target 2026 tercapai dan visi 2030 bisa diwujudkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).

Pada sisi bisnis (3 business), fokus diarahkan pada peningkatan dana murah (low cost funding), penyaluran kredit berkualitas dengan likuiditas terjaga, serta penguatan transaksi digital banking.

Dua enabler yang disiapkan meliputi penguatan tata kelola perusahaan (GCG) serta peningkatan sistem dan teknologi guna mendukung efisiensi dan keamanan layanan digital.

Sementara satu pilar lainnya adalah pengembangan SDM. Bank Jatim menilai peningkatan kompetensi dan budaya kerja adaptif menjadi kunci menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Winardi optimistis target 2030 realistis dicapai, mencakup penguatan dana pihak ketiga, kredit berkualitas, pertumbuhan laba, hingga total aset. “Ini bukan sekadar target, tetapi komitmen untuk memberi kontribusi nyata bagi ekonomi Jawa Timur,” tegasnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam Rakerta mengapresiasi peran Bank Jatim dalam memperkuat UMKM.

Menurutnya, dukungan pembiayaan dan pendampingan yang konsisten membuat pelaku UMKM lebih siap bersaing, termasuk dalam berbagai misi dagang yang digelar Pemprov Jatim.

Baca Juga :  Petugas Gabungan di Lumajang Atur Lalu Lintas Antisipasi Lonjakan Aktivitas Nataru

“UMKM yang ikut misi dagang bukan sekadar pameran. Mereka sudah siap produksi, siap kualitas, dan siap pasar,” kata Khofifah.

Ia menegaskan, penguatan UMKM menjadi fondasi penting menjaga ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan.

Rakerta 2026 turut dihadiri jajaran komisaris, direksi, dewan pengawas syariah, serta pimpinan cabang Bank Jatim. Forum ini menjadi titik awal orkestrasi strategi perusahaan menghadapi 2026 sekaligus mempertegas langkah menuju ambisi menjadi BPD terdepan nasional pada 2030. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.