RPH Unggas Surabaya Catat Lonjakan Produksi hingga 1,5 Ton Per Hari

oleh -193 Dilihat
oleh
Foto: dok RPH Unggas Surabaya

KILASJATIM.COM, Surabaya – Rumah Potong Hewan Unggas (RPH-U) Surabaya mencatat lonjakan signifikan kapasitas produksi hanya dalam tiga bulan operasional. Dari semula sekitar 100 kilogram per hari, volume pemotongan dan pengolahan ayam kini mencapai hingga 1,5 ton per hari, mengikuti permintaan pasar.

Direktur Jasa dan Niaga PT RPH Surabaya Perseroda, Megawati, menyebut peningkatan tersebut seiring bertambahnya kepercayaan konsumen dan kesiapan sistem operasional. RPH-U mulai beroperasi penuh sejak Oktober 2025, setelah peresmian dan tahap penyiapan peralatan serta sumber daya manusia.

“Awalnya volumenya masih sangat kecil. Namun permintaan terus naik, terutama dari mitra katering dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi,” kata Megawati, Selasa (10/2/2026).

Lonjakan permintaan tercatat terjadi dari Oktober 2025 hingga Januari 2026. Selain kebutuhan pasar, tren ini juga dipicu meningkatnya kesadaran pelaku usaha kuliner terhadap pentingnya daging ayam yang halal dan higienis.

“Sekarang banyak katering yang sudah mengubah pola belanja. Mereka tidak lagi ke pasar tradisional, tapi memilih RPH-U karena faktor halal dan kebersihan,” ujarnya.

RPH-U Surabaya melayani berbagai bentuk produk ayam sesuai kebutuhan pelanggan, mulai dari karkas utuh, potongan per bagian (parting), fillet, hingga jeroan. Seluruh proses dilakukan berdasarkan spesifikasi yang diminta konsumen.

Ke depan, pengelola juga membuka peluang pengembangan layanan jasa potong bagi pelaku usaha ayam di Surabaya dan sekitarnya.

RPH-U Surabaya merupakan satu-satunya rumah potong unggas milik Pemerintah Kota Surabaya yang dikelola PT RPH Surabaya Perseroda. Fasilitas ini telah mengantongi Sertifikat Halal dan didukung juru sembelih halal (juleha), dokter hewan, peralatan modern, serta sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Beroperasi sejak 21 Agustus 2025 di kawasan Tahura, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, RPH-U menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjamin ketersediaan daging ayam yang aman, higienis, dan halal bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Rp1,5 Triliun Serap Gula Petani, Mentan Tegaskan Larangan Rembesan Rafinasi

“Pemerintah hadir untuk memastikan warga Surabaya bisa mengakses daging ayam yang halal dan berkualitas,” pungkas Megawati. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.