KILASJATIM.COM, Madura – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi terjadinya banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur seiring meningkatnya pasang air laut pada pertengahan Januari 2026. Fenomena ini dipicu oleh naiknya permukaan air laut saat fase pasang maksimum yang dipengaruhi Bulan Baru (New Moon).
BMKG memprediksi ketinggian pasang air laut dapat mencapai 130 hingga 140 sentimeter dari rata-rata muka air laut. Peringatan dini tersebut berlaku pada 16 hingga 20 Januari 2026, dengan potensi dampak yang cukup signifikan bagi aktivitas masyarakat pesisir.
Banjir rob merupakan peristiwa masuknya air laut ke daratan yang umumnya terjadi saat pasang maksimum, baik akibat pasang astronomis, badai, maupun dampak perubahan iklim. Pada periode Bulan Baru, gaya gravitasi bulan dan matahari berada pada satu garis lurus sehingga memperkuat pasang laut dan menyebabkan kondisi pasang maksimum serta surut minimum.
BMKG mengingatkan bahwa genangan akibat banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas, mulai dari transportasi di kawasan pesisir dan pelabuhan, aktivitas bongkar muat barang, hingga kegiatan petani garam dan perikanan darat. Selain itu, aktivitas harian masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir juga berpotensi terdampak.
Sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur yang diperkirakan rawan terdampak banjir rob meliputi Surabaya Utara, Benowo, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Banyuwangi, serta wilayah pesisir Madura seperti Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.
Melalui Pusat Meteorologi Maritim, BMKG juga menyampaikan bahwa potensi banjir rob diperkirakan berlangsung cukup panjang, yakni sejak 10 Januari hingga 5 Februari 2026. Fenomena pasang maksimum diperkirakan mencapai puncaknya pada 19 Januari 2026, bertepatan dengan fase Bulan Baru.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi guna meminimalkan dampak kerugian akibat banjir rob, terutama di wilayah-wilayah yang kerap terdampak genangan air laut.(ful)









